<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328</id><updated>2011-09-21T12:00:20.742-07:00</updated><category term='Diskusi'/><category term='Etika'/><category term='Ilmu'/><category term='Aqidah'/><category term='Cinta'/><category term='Kisah'/><category term='amal'/><title type='text'>Al Fakhrun</title><subtitle type='html'>Sebuah Blog penuntun jiwa...

silahkan manfaatkan dengan sebaik2nya...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-6134937701424364776</id><published>2010-04-05T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T22:10:06.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Berkholwat?? / Berduaan??</title><content type='html'>assalamuaalaykum warrahmatullahi wabarrakatuh&lt;br /&gt;Berikut ini sedikit ulasan mengenai khalwat, selebihnya bisa antum  search di media lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara adab yang penting untuk diperhatikan dalam hubungan antara  pria dan wanita, khususnya bagi yang tidak memiliki hubungan mahram  antara keduanya, adalah menghindari khalwat.&lt;br /&gt;Apakah khalwat itu? Khalwat (khalwah) dalam bahasa Arab berarti berdua  di suatu tempat dimana tidak ada orang lain. Maksud dari tidak adanya  orang lain dalam hal ini mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) tidak ada orang lain sama sekali; atau&lt;br /&gt;(2) ada orang lain dan keberadaan keduanya kelihatan tetapi pembicaraan  antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keduanya tidak dapat didengar oleh orang lain itu. Inilah makna khalwat  secara bahasa. Menurut al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah  (Ensiklopedi Fiqh Kuwait), makna bahasa sebagaimana dipaparkan di atas  semakna dengan terminologi khalwat menurut ahli-ahli fiqh Islam. Dengan  kata lain tidak ada perbedaan untuk kata khalwat antara makna bahasa dan  makna istilah syar’i. Lebih lanjut Syekh Abdullah al-Bassam menyebut  dua bentuk khalwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mughallazhah (berat), ialah berduanya seorang pria dan wanita  di suatu tempat yang mana keduanya tidak dilihat oleh orang lain. Kedua,  mukhaffafah (ringan), yaitu berduanya seorang pria dan wanita di  tengah-tengah manusia sehingga keduanya kelihatan namun percakapan  antara keduanya tidak dapat didengar oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang khalwat. Sabda beliau:&lt;br /&gt;“Janganlah sekali-kali seorang pria berduaan dengan seorang wanita,  karena yang ketiganya adalah syetan.” (HR. Ahmad dengan sanad yang  shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa berduanya seorang pria dengan wanita yang  bukan mahramnya sangat potensial membuka peluang terjadinya fitnah(dalam  bahasa arab berarti godaan). Kendati boleh jadi keduanya tidak memiliki  niat jahat. Oleh sebab itu, hadits di atas dengan tegas melarang  perbuatan tersebut. Dengan merujuk kepada makna khalwat di atas maka  banyak fenomena khalwat yang dapat dikemukakan. Terutama khalwat yang  umumnya kurang diperhatikan oleh masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah berduanya seorang pria dengan wanita di atas kendaraan.  Walaupun pria tersebut sedang mengemudikan mobil, misalnya. Keberadaan  keduanya di atas mobil memang kelihatan oleh orang lain. Tetapi  pembicaraan antara keduanya tidak didengar oleh siapapun. Termasuk dalam  kategori perbuatan khlawat adalah “khalwat profesi”. Yaitu khalwat yang  terjadi karena “tuntutan” profesi. Konsultan, dokter, perawat, adalah  sebagian contoh. Profesi-profesi ini rentan untuk bisa berdua dengan  klien atau pasiennya. Tidak terkecuali pula, dalam konteks khalwat ini,  yang kerap terjadi dalam sebagian masyarakat adalah khalwat dalam  pergaulan dengan kerabat dekat yang bukan mahram. Dalam sebuah hadits,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jauhilah kalian masuk ke (ruang) wanita.” Seorang lelaki Anshar  bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kerabat suami?” Beliau  menjawab: “Kerabat suami itu (laksana) maut.” (HR. Bukhari) Dalam hadits  ini, Rasulullah menyebut kerabat suami sebagai maut karena dapat  menjerumuskan kepada hal-hal yang tidak dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika mengingat kedudukan keluarga suami yang demikian dekat  sehingga jarang menimbulkan kecurigaan dan luput dari perhatian. Sebagai  solusi untuk keluar dari problem khalwat ini adalah dengan bersama  dengan pria atau wanita lain. Demikian menurut Imam Abu Hanifah. Lebih  baik lagi jika pria atau wanita tersebut adalah mahram. “Janganlah  seorang lelaki berdua dengan seorang wanita,” Sabda Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam, “kecuali dengan mahram.” (HR. Bukhari)  Hadits ini bersama hadits-hadits yang lain memberi makna bahwa kondisi  khalwat dapat dihilangkan dengan kehadiran salah satu lawan jenis lain.  Dengan demikian, hilanglah kondisi khalwat yang dapat menimbulkan  fitnah. Tentu saja bila komunikasi atau berkumpulnya antara pria dan  wanita tersebut dalam perkara-perkara yang mubah dan dengan tetap  menjaga batasan-batasan syariat yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dikaitkan dengan maqashid al-syari’ah (tujuan syariat) yang salah  satunya adalah hifzh al-nasab (menjaga nasab/keturunan), tampak jelas  relevansi dan hikmah tuntunan syariat untuk menghindari khalwat.  Keinginan Islam untuk menciptakan jalinan masyarakat yang harmonis,  bersih dari penyimpangan, dan berjalan di atas fitrah yang murni adalah  sebagian hikmah di balik larangan khalwat ini. Wallahu ta’ala a’lam bi  al-shawab. (Oleh Ust.Ilham Jaya,Lc.Dikutip dari Majalah Dakwah Kampus AL  FIRDAUS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah saudara-saudariku rahimakumullah, sesungguhnya syari'at agama  Allah ini penuh hikmah. Meskipun Islam menggalakkan umatnya untuk slaing  kenal-mengenal, namun tentu saja telah digariskan batas-batas  mengenainya. Khalwat adalah jalan syetan untuk menggoda manusia dan  menjerumuskannya ke dalam perzinaan. Sebagaimana diharamkannya zina  dalam al-Qur'an, Allah juga mengharamkan sebab-sebab dan sarana yang  menghantarkannya. Firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu  perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. al-Isra': 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalwat ini, bisa jadi kau menyepelekannya dan menganggapnya sebagai hal  "ekstrim", tetapi demi Allah, jawablah dulu pertanyaan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- apakah pernah RasuluLLAH ber-khalwat setelah diangkat menjadi Rasul ?&lt;br /&gt;- apakah pernah RasuluLLAH memerintahkan untuk berkhalwat ?&lt;br /&gt;- apakah para shahabat RasuluLLAH mempraktekkan khalwat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu kau tahu jawabannya, semua itu justru sebaliknya...&lt;br /&gt;wahai saudara-saudariku, bidadari-bidadari dunia dan akhirat, bukankah  itu engkau yang menginginkan syurga, bukankah itu engkau yang merindukan  Allah dan para kekasihnya, bukankah itu engkau? nah maka apakah perkara  mendahului rasul tersebut sepele sehingga kau nekat berkhalwat?&lt;br /&gt;wassalam, barakallah... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-6134937701424364776?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/6134937701424364776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/04/berkholwat-berduaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/6134937701424364776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/6134937701424364776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/04/berkholwat-berduaan.html' title='Berkholwat?? / Berduaan??'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-4452496128977516927</id><published>2010-03-20T03:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T04:09:31.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Contoh teladan: Ummu Ibrahim Al-Bashariyyah, Seorang Wanita Shalihah Ahli Ibadah</title><content type='html'>Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Ibrahim  al-Bashariyyah, seorang wanita ahli ibadah. Dikisahkan bahwa di Bashrah  terdapat para wanita ahli ibadah, di antaranya adalah Ummu Ibrahim  al-Hasyimiyah. Ketika musuh menyusup ke kantong-kantong perbatasan  wilayah Islam, maka orang-orang tergerak untuk berjihad di jalan Allah.  Kemudian 'Abdul Wahid bin Zaid al-Bashri berdiri di tengah orang-orang  sambil berkhutbah untuk menganjurkan mereka berjihad. Ummu Ibrahim ini  menghadiri majelisnya. 'Abdul Wahid meneruskan pembicaraannya, kemudian  menerangkan tentang bidadari. Dia menyebutkan pernyataan tentang  bidadari, dan bersenandung untuk menyifatkan bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang berjalan tenang dan berwibawa&lt;br /&gt;Orang yang menyifatkan  memperoleh apa yang diungkapkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diciptakan dari segala  sesuatu yang baik nan harum&lt;br /&gt;Segala sifat jahat telah dienyahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  menghiasinya dengan wajah&lt;br /&gt;yang berhimpun padanya sifat-sifat kecantikan yang luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya  bercelak demikian menggoda&lt;br /&gt;Pipinya mencipratkan aroma kesturi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemah  gemulai berjalan di atas jalannya&lt;br /&gt;Seindah-indah yang dimiliki dan  kegembiraan yang berbinar-binar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kau melihat peminangnya mendengarkannya&lt;br /&gt;Ketika  mengelilingkan piala dan bejana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman yang elok yang kita  dengar suaranya&lt;br /&gt;Setiap kali angin menerpa taman itu, bau harumnya  menyebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memanggilnya dengan cinta yang jujur&lt;br /&gt;Hatinya terisi dengannya hingga melimpah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kekasih, aku tidak  menginginkan selainnya&lt;br /&gt;Dengan cincin tunangan sebagai pembukanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah  kau seperti orang yang bersungguh-sungguh ke puncak hajatnya&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu ia meninggalkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, orang yang lalai  tidak akan bisa meminang wanita sepertiku&lt;br /&gt;Yang meminang wanita  sepertiku hanyalah orang yang merengek-rengek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagian orang  bergerak pada sebagian lainnya, dan majelis itu pun bergerak. Lalu Ummu  Ibrahim menyeruak dari tengah orang-orang seraya berkata kepada 'Abdul  Wahid, "Wahai Abu 'Ubaid, bukankah engkau tahu anakku, Ibrahim. Para  pemuka Bashrah meminangnya untuk puteri-puteri mereka, tetapi aku  memukulnya di hadapan mereka. Demi Allah, gadis (bidadari) ini  mencengangkanku dan aku meridhainya menjadi pengantin untuk puteraku.  Ulangi lagi apa yang engkau sebutkan tentang kecantikannya." Mendengar  hal itu 'Abdul Wahid kembali menyifatkan bidadari, kemudian  bersenandung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahayanya mengeluarkan cahaya dari cahaya wajahnya&lt;br /&gt;Senda guraunya  seharum parfum dari parfum murni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menginjakkan sandalnya di  atas pasir gersang&lt;br /&gt;niscaya seluruh penjuru menjadi menghijau dengan  tanpa hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau suka, tali yang mengikat pinggangnya&lt;br /&gt;seperti ranting  pohon Raihan yang berdaun hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya meludahkan air liurnya  di lautan&lt;br /&gt;niscaya penduduk merasakan segarnya meminum air lautan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan  mata yang menipu nyaris melukai pipinya&lt;br /&gt;Dengan luka keraguan hati dari luar kelopak mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang pun  menjadi semakin gaduh, lalu Ummu Ibrahim maju seraya berkata kepada  'Abdul Wahid, "Wahai Abu 'Ubaid, demi Allah, gadis ini mencengangkanku  dan aku meridhainya sebagai pengantin bagi puteraku. Apakah engkau sudi  menikahkannya dengan gadis tersebut saat ini juga, dan engkau ambil  maharnya dariku sebanyak 10.000 dinar, serta dia keluar bersamamu dalam  peperangan ini; mudah-mudahan Allah mengarunikan syahadah (mati sebagai  syahid) kepadanya, sehingga dia akan memberi syafa'at untukku dan untuk  ayahnya pada hari Kiamat." 'Abdul Wahid berkata kepadanya, "Jika engkau  melakukannya, niscaya engkau dan anakmu akan mendapatkan keberuntungan  yang besar." Kemudian ia memanggil puteranya, "Wahai Ibrahim!" Dia  bergegas maju dari tengah orang-orang seraya mengatakan, "Aku penuhi  panggilanmu, wahai ibu." Ia mengatakan, "Wahai puteraku! Apakah engkau  ridha dengan gadis (bidadari) ini sebagai isteri, dengan syarat engkau  mengorbankan dirimu di jalan Allah dan tidak kembali dalam dosa-dosa?"  Pemuda ini menjawab, "Ya, demi Allah wahai ibu, aku sangat ridha." Sang  ibu mengatakan, "Ya Allah, aku menjadikan-Mu sebagai saksi bahwa aku  telah menikahkan anakku ini dengan gadis ini dengan pengorbanannya di  jalan-Mu dan tidak kembali dalam dosa. Maka, terimalah dia dariku, wahai  sebaik-baik Penyayang." Kemudian ia pergi, lalu datang kembali dengan  membawa 10.000 dinar seraya mengatakan, "Wahai Abu 'Ubaid, ini adalah  mahar gadis itu. Bersiaplah dengan mahar ini." Abu 'Ubaid pun menyiapkan  para pejuang di jalan Allah. Sedangkan sang ibu pergi untuk membelikan  kuda yang baik untuk puteranya dan menyiapkan senjata untuknya. Ketika  'Abdul Wahid keluar, Ibrahim pun berangkat, sedangkan para pembaca  al-Qur-an di sekitarnya membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan  harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka …"[At-Taubah: 111]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  sang ibu hendak berpisah dengan puteranya, maka ia menyerahkan kain  kafan dan wangi-wangian kepadanya seraya mengatakan kepadanya, "Wahai  anakku, jika engkau hendak bertemu musuh, maka pakailah kain kafan ini  dan gunakan wangi-wangian ini. Janganlah Allah melihatmu dalam keadaan  lemah di jalan-Nya." Kemudian ia memeluk puteranya dan mencium keningnya  seraya mengatakan, "Wahai anakku, Allah tidak mengumpulkan antara aku  denganmu kecuali di hadapan-Nya pada hari Kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdul Wahid berkata: "Ketika kami sampai di negeri musuh, terompet  pun ditiup, dan orang-orang mulai berperang, maka Ibrahim berperang di  barisan terdepan. Ia membunuh musuh dalam jumlah besar, kemudian mereka  mengepungnya, lalu ia terbunuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdul Wahid berkata: "Ketika kami hendak kembali ke Bashrah, aku  berkata kepada Sahabat-Sahabatku, 'Jangan menceritakan kepada Ummu  Ibrahim tentang berita yang menimpa puteranya sampai aku mengabarkan  kepadanya dengan sebaik-baik hiburan, agar ia tidak bersedih sehingga  pahalanya hilang.' Ketika kami sampai di Bashrah, orang-orang keluar  untuk menyambut kami, dan Ummu Ibrahim keluar di tengah-tengah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdul Wahid berkata: "Ketika dia memandangku, ia bertanya, 'Wahai  Abu 'Ubaid, apakah hadiah dariku diterima sehingga aku diberi ucapan  selamat, atau ditolak sehingga aku harus diberi belasungkawa?' Aku  menjawab, 'Hadiahmu telah diterima. Sesungguhnya Ibrahim hidup bersama  orang-orang yang hidup dalam keadaan diberi rizki (insya Allah).' Maka  ia pun tersungkur dalam keadaan bersujud kepada Allah karena bersyukur,  dan mengatakan, 'Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan dugaanku  dan menerima ibadah dariku.' Kemudian ia pergi. Keesokan harinya, ia  datang ke masjid 'Abdul Wahid lalu berseru, 'Assalaamu 'alaikum wahai  Abu 'Ubaid, ada kabar gembira untukmu.' Dia mengatakan, 'Engkau  senantiasa memberi kabar gembira.' Ia mengatakan ke-padanya, 'Tadi malam  aku bermimpi melihat puteraku, Ibrahim, di sebuah taman yang indah. Di  atasnya terdapat kubah hijau, dia berada di atas ranjang yang terbuat  dari mutiara, dan kepalanya memakai mahkota. Dia berucap, 'Wahai ibu,  bergembiralah. Sebab, maharnya telah diterima dan aku bersanding dengan  pengantin wanita.'" [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itulah para ibu kita terdahulu, bintang-bintang malam di  langit kebesaran dan cahaya yang indah di kening tekad yang menggebu.  Itulah sedikit dari pembicaraan tentang jihad mereka yang tidak  membiarkan seseorang mengatakan "konon", tidak memberikan kesempatan  kepada orang yang sombong yang menjadi saksi salah satu rahasia kekuatan  terbesar, yang menyebabkan bangsa Arab yang "ummi" menjadi sebaik-baik  umat yang dilahirkan untuk manusia. Itulah jiwa yang diberi celupan oleh  Allah dengan rahmat-Nya, menyiraminya dari hikmah-Nya, menciptakannya  untuk mendidik prajurit-Nya, serta menyiapkannya untuk menyucikan  (makhluk) ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan atas para manusia&lt;br /&gt;Karena terbebas dari segala aib  dan dosa. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah-kisah yang berisikan ibrah  (pelajaran berharga), penulis kemukakan di sini agar para wanita kita  membacanya dan belajar dari generasi pertama; bagaimana mereka menjadi  isteri, dan bagaimana mereka bersabar terhadap ketentuan Allah dan tidak  bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga agar mereka dapat belajar dari biografi mereka dalam berjihad;  betapa banyak mereka mengaitkan hati mereka kepada Allah, tidak kepada  dunia berikut perhiasannya yang hina. Demikian pula agar mereka melihat  bagaimana wanita membantu suami dan anaknya untuk mentaati Allah  Subhanahu wa Ta'ala. Adakah jalan untuk kembali, dan adakah (kesempatan)  kembali kepada agama kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif Ilal Yaa, Edisi  Indonesia Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Penulis Abu Hafsh  Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq, Penterjemah Ahmad Saikhu, Penerbit  Pustaka Ibnu Katsair]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Audatul Hijaab (II/211), dan penulis  menisbatkannya kepada ringkasan kitab Fakaahatul Azwaaq min Masyaari'il  Asywaaq ilaa Mashaari'il 'Isyaaq... (hal. 26-29).&lt;br /&gt;[2]. Audatul Hijaab  (II/561).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.almanhaj.or.id/"&gt;http://www.almanhaj.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Mutiara Salafus Shalih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin  Mas'ud radliyallahu 'anhu ia berkata :&lt;br /&gt;"Ketahuilah hendaknya jangan  satupun dari kalian bertaqlid kepada siapapun dalam perkara agamamu  sehingga (bila) ia beriman ikut beriman bila ia kafir ikut pula menjadi  kafir. Maka jika kamu tetap ingin berteladan maka ambillah contoh dari  yang telah mati sebab yang masih hidup tidak aman dari fitnah." (Al  Lalikai 1/93 nomor 130 dan Al Haitsamy dalam Al Majma' 1/180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Yunus bin Zaid dari Az Zuhri ia berkata :&lt;br /&gt;"Ulama kami yang  terdahulu (salaf) selalu mengingatkan bahwa berpegang teguh dengan As  Sunnah itu adalah keselamatan dan ilmu akan tercabut dengan segera maka  tegaknya ilmu adalah kekokohan agama dan dunia sedang dengan hilangnya  ilmu hilang pula semuanya." (Ad Darimy 1/58 nomor 16)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-4452496128977516927?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/4452496128977516927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/03/contoh-teladan-ummu-ibrahim-al.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4452496128977516927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4452496128977516927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/03/contoh-teladan-ummu-ibrahim-al.html' title='Contoh teladan: Ummu Ibrahim Al-Bashariyyah, Seorang Wanita Shalihah Ahli Ibadah'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-5661939384078336074</id><published>2010-03-09T04:45:00.001-08:00</published><updated>2010-03-09T04:46:47.039-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>ISTILAH SALAF - SALAFUS SHALIH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Arti &lt;b&gt;Salaf&lt;/b&gt; secara khusus adalah generasi permulaan ummat Islam dari kalangan para shahabat, Tabi'in (murid-murid para Shahabat), Tabi'ut Tabi'in (murid-murid para Tabi'in) dalam tiga masa yang mendapatkan kemulian dan keutamaan dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim dan lain-lainnya dimana Rasulullah shollallahu 'alahi wa alihi wa sallam menyatakan: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 14.25pt; text-align: justify; line-height: 14.25pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"&lt;i&gt;Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya&lt;/i&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 14.25pt; text-align: justify; line-height: 14.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Berkata Al-B&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;j&lt;u&gt;u&lt;/u&gt;ry dalam &lt;i&gt;Syarah Jauharut Tauhid &lt;/i&gt;hal.111 : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;"&lt;i&gt;Yang dimaksud dengan &lt;/i&gt;salaf &lt;i&gt;adalah orang-orang yang terdahulu dari para Nabi dan para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka&lt;/i&gt;"&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 14.25pt; text-align: justify; line-height: 14.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Berkata Al-Q&lt;u&gt;o&lt;/u&gt;lasy&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;ny dalam &lt;i&gt;Tahrirul Maq&lt;u&gt;o&lt;/u&gt;lah Syarah Ar-Ris&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;lah&lt;/i&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;"&lt;b&gt;As-Salaf Ash-Sholeh&lt;/b&gt; &lt;i&gt;yaitu generasi pertama yang mapan di atas ilmu, yang mengikuti petunjuk Nabi &lt;/i&gt;shollahu 'alahi wa &lt;u&gt;a&lt;/u&gt;lihi wa sallam &lt;i&gt;lagi menjaga sunnah-sunnah beilau. Allah memilih mereka untuk bershahabat dengan Nabi-Nya dan memilih mereka untuk menegakkan agama-Nya dan mereka itulah yang diridhoi oleh para Imam ummat (Islam) dan mereka berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad dan mereka mencurahkan (seluruh kemampuan mereka) dalam menasehati ummat dan memberi manfaat kepada mereka dan mereka menyerahkan diri-diri mereka dalam menggapai keridhoan Allah&lt;/i&gt;"&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 14.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dan &lt;b&gt;berkata Al-Ghaz&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;ly &lt;/b&gt;memberikan pengertian terhadap kata &lt;i&gt;As-Salaf &lt;/i&gt;dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ilj&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;mul 'Aww&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;m 'An 'ilmil Kal&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;m &lt;/i&gt;hal.62 : &lt;/b&gt;"&lt;i&gt;Yang saya maksudkan dengan &lt;/i&gt;salaf &lt;i&gt;adalah madzhabnya para shahabat dan &lt;/i&gt;Tabi'in"&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;[Lihat &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lim&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;dz&lt;u&gt;a &lt;/u&gt;Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy &lt;/i&gt;hal.31 dan &lt;i&gt;Bash&lt;u&gt;o&lt;/u&gt;ir Dzawisy Syaraf Bimarwiy&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;ti Manhaj As-Salaf &lt;/i&gt;hal.18-19.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENGENAL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;QIDAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;ALAF &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;SHHABUL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;ADITS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;Kitab ini ditulis oleh Syaikhul Islam Abu Isma'il Ash-Shabuni (373H - 449 H)&lt;/b&gt;. Beliau sosok Ulama yang gigih menuntut ilmu, pada umur 10 tahun sudah menjadi juru nasehat. Imam Al-Baihaqi berkata :" Beliau adalah syaikhul Islam sejati, dan imam kaum muslimin sebenar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;benarnya". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Yang ada dihadapan pembaca ini merupakan ringkasan, pembahasan yang hampir mirip tidak diulang-ulang serta tidak disebutkan para perawinya. Takhrij hadits yang ada sebagian besar merujuk kitab yang ditahqiq oleh&lt;b&gt; Badar bin Abdullah Al-Badar&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EYAKINAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;SHHABUL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ADITS &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENTANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IFAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IFAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;[Syaikh Abu Utsman berkata]:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; Semoga Allah melimpahkan taufik. Sesungguhnya Ashhabul Hadits (yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah)-semoga Allah menjaga mereka yang masih hidup dan merahmati mereka yang telah wafat-adalah orang-orang yang bersaksi atas keesaan Allah, dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka mengenal Allah subhanahu wata'ala dengan sifat-sifatnya yang Allah utarakan melalui wahyu dan kitab-Nya, atau melalui persaksian Rasul-Nya shallallahu'alaihi wa sallam dalam hadits-hadits yang shahih yang dinukil dan disampaikan oleh para perawi yang terpercaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka menetapkan dari sifat-sifat tersebut apa-apa yang Allah tetapkan sendiri dalam Kitab-Nya atau melalui perantaraan lisan Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallamshallallahu `alaihi wa sallam. Mereka tidak meyerupakan sifat-sifat tersebut dengan sifat-sifat makhluk. Mereka menyatakan bahwa Allah menciptakan Adam 'alaihissalam dengan tangan-Nya, sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur'an: "Allah berfirman:"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. (Shaad:75) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka tidak menyimpangkan Kalamullah dari maksudnya-maksud sebenarnya, dengan mengartikan kedua tangan Allah sebagai dua kenikmatan atau kekuatan, seperti yang dilakukan oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;Mu'thazilah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Jahmiyyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-semoga Allah membinasakan mereka-. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga tidak mereka-reka bentuknya atau menyerupakan dengan tangan-tangan makhluk, seperti yang dilakukan oleh kaum &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Musyabbihah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-semoga Allah menghinakan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah subhanahu wa ta'ala telah memelihara Ahlus Sunnah dari menyimpangkan, mereka-reka atau menyerupakan sifat-sifat Allah dengan makhluknya. Allah telah memberi karunia atas diri mereka pemahaman dan pengertian, sehingga mereka mampu meniti jalan mentauhidkan dan mensucikan Allah azza wa jalla. Mereka meninggalkan ucapan-ucapan yang bernada meniadakan, menyerupakan dengan makhluk. Mereka mengikuti firman Allah azza wa jalla:"tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Asy-Syuraa:11) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Al-Qur'an juga menyebutkan tentang "Dua tangan-Nya" dalam firman-Nya:"..yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.. " (Shaad:75) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dan diriwayatkan dalam banyak hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallamshallallahu `alaihi wa sallam yang menyebutkan tangan Allah, seperti kisah perdebatan Musa dengan Adam 'alaihimassalam, tatkala Musa berkata:"Allah telah mencipta dirimu dengan tangan-Nya dan membuat para malaikat bersujud kepadamu" (HR. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERNYATAAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;SHHABUL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ADITS TENTANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IFAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IFAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dan demikian juga pernyataan mereka tentang sifat-sifat Allah &lt;i&gt;azza wa jalla &lt;/i&gt;yang disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadits-hadits yang shahih, diantaranya: pendengaran, penglihatan, mata, wajah, ilmu, kekuatan, kekuasaan, keperkasaan, keagungan, kehendak, keinginan, perkataan, ucapan, ridha, marah, hidup, terjaga, gembira, tertawa, dll. Tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk, tetapi mencukupkan dengan apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa menambah­nambahi, mengembel-embeli, takyif, tasybih, tahrif, mengganti, merubah, serta tidak membuang lafadz khabar yang bisa dipahami untuk kemudian ditakwil dengan makna yang salah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka menafsirkan berdasarkan dzahirnya dan menyerahkan makna sesungguhnya kepada Allah, dan mengatakan bahwasanya hakikat sesungguhnya yang mengetahui hanyalah Allah. Sebagaimana diberitakan oleh Allah tentang orang-orang yang dalam ilmunya:" Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal" (Ali-'Imran:7 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-Q&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;UR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ALAMULLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;UKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AKHLUK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;[Syaikh Abu Utsman berkata:]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; "Ashhabul Hadits bersaksi dan berkeyakinan bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah (ucapan Allah), Kitab-Nya dan wahyu yang diturunkan, bukan makhluk. Barangsiapa yang menyatakan dan berkeyakinan bahwa ia makhluk maka kafir menurut pandangan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Al-Qur'an merupakan wahyu dan kalamullah yang diturunkan melalui Jibril kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dengan bahasa Arab untuk orang-orang yang berilmu sebagai peringatan dan kabar gembira, sebagaimana firman Allah ta'ala:"Dan sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (Asy-Syu'ara: 192-195) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Al-Qur'an disampaikan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam kepada umatnya sebagaimana yang diperintahkan Allah:"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu". (Al-Maidah:67), dan yang disampaikan oleh beliau adalah kalamullah. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah kalian yang akan menghalangiku untuk menyampaikan kalam (ucapan) Rabbku" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:" Adakah seseorang yang mau membawaku ke kaumnya?. Sesungguhnya orang-orang Quraisy menghalangiku untuk menyampaikan kalam (ucapan) Rabbku" (HR. Bukhari dalam &lt;span&gt;Af'alul 'ibad&lt;/span&gt;, At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Al-Qur'an yang dihafal dalam hati, dibaca oleh lisan, dan ditulis dalam mushaf-mushaf, bagaimanapun caranya Al-qur'an dibaca oleh qari, dilafadzkan oleh seseorang, dihafal oleh hafidz, atau dibaca dimanapun ia dibaca, atau ditulis dalam mushaf-mushaf dan papan catatan anak-anak dan yang lainnya adalah kalamullah-bukan makhluk. Barangsiapa yang beranggapan bahwa ia makhluk, maka telah kufur kepada Allah Yang Maha Agung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Al-Imam Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata:"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Al-Qur'an adalah kalamullah-bukan makhluk. Barangsiapa yang mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk, maka dia telah kufur kepada Allah Yang Maha Agung, tidak diterima persaksiannya, tidak dijenguk jika sakit, tidak dishalati jika mati, dan tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. Ia diminta taubat, kalau tidak mau maka dipenggal lehernya&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Sanadnya shahih, disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam &lt;span&gt;Tadzkiratul Huffadz &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abu Ishaq bin Ibrahim pernah ditanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; tentang lafadz Al-Qur'an, maka Beliau berkata: "Tidak pantas untuk diperdebatkan. 'Al-Qur'an kalamullah-bukan makhluk' " &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Imam Ahmad bin Hambal berkata: "Orang yang menganggap makhluk lafadz Al-Qur'an adalah &lt;i&gt;Jahmiyah&lt;/i&gt;, Allah berfirman:'..maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar kalamullah' (At-Taubah:6). Dari mana ia mendengar?&lt;sup&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Sanadnya shahih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abdullah bin Al-Mubarak berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Barangsiapa yang mengkufuri satu huruf Al-Qur'an saja, maka ia kafir (ingkar) dengan Al-Qur'an. Barangsiap yang mengatakan: Saya tidak percaya dengan Al-Qur'an maka ia kafir" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERSEMAYAMNYA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH DI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;TAS &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;'A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;RSY&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ahlu Hadits berkeyakinan dan bersaksi bahwa Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala &lt;/i&gt;berada di atas tujuh lapis langit, di atas 'Arsy-Nya, sebagaimana dalam surat Yunus:"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada keizinan-Nya" (Yunus:3)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan.Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu".(Ar-Ra'd:2) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;".. kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang Maha Mengetahui" (Al-Furqan:59) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"..kemudian Dia-pun bersamayam di atas 'Arsy".(As-Sajdah:4) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"..dan kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik..".(Fathir:10) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya..". (As-Sajdah:5) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Apakah kamu merasa terhadap Allah yang di langit bahwa Dia menjungkir balikkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;bumi bersama kamu, sehingga tiba-tiba bumi itu bergoncang". (Al-Mulk:16) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala &lt;/i&gt;memberitakan tentang Fir'aun yang terlaknat, bahwasanya ia pernah berkata kepada Haman (pembantunya): "Dan berkatalah Fir'aun:"Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Ilah Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta..." (Al-Mu'min:36-37) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Fir'aun berkata demikian karena ia mendengar Musa mengabarkan bahwa Rabbnya berada di atas langit. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Para ulama dan tokoh imam-imam dari kalangan salaf tidak pernah berbeda pendapat, bahwa Allah '&lt;i&gt;azza wa jalla'&lt;/i&gt; berada diatas 'arsy-Nya. Dan 'arsy-Nya berada di atas tujuh lapis langit. Mereka menetapkan segala yang ditetapkan Allah, mengimaninya serta membenarkannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka menyatakan seperti yang Allah katakan bahwa Allah bersamayam di atas 'Arsy-Nya. Mereka membiarkan makna ayat itu berdasarkan dzhahirnya, dan menyerahkan hakikatnya sesungguhnya kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;. Mereka mengatakan:"Kami mengimani, semuanya itu dari sisi Rabb kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal"(Ali-'Imran:7). Sebagaimana Allah terangkan tentang orang-orang yang dalam ilmunya mengatakan demikian, dan Allah ridha serta memujinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Imam Malik pernah ditanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dalam majelisnya tentang ayat Allah:"Ar-Rahman bersemayam di atas 'Arsynya".(Thaha:5), bagaimana caranya Allah bersemayam?. Maka Imam Malik menjawab:" Bersemayam itu maklum (diketahui maknanya), bagaimananya (caranya) tidak diketahui, menanyakan bagaimananya adalah bid'ah, dan saya memandang kamu (penanya) sebagai orang yang sesat, kemudian memerintahkan untuk mengeluarkan penanya tersebut dari majelis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abdullah bin Al-Mubarak berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Kami mengetahui Rabb kami berada di atas 7 lapis langit, bersemayam di atas 'Arsy-Nya, terpisah dengan makhluk-Nya. Dan kami tidak menyatakan seperti ucapan Jahmiyyah bahwa Allah ada di sini, beliau menunjuk ke tanah (bumi)".&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Sanadnya Hasan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Barangsiapa yang tidak menetapkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berada di atas 'Arsy-Nya maka dia kufur kepada Rabbnya, halal darahnya, diminta taubat, kalau menolak maka dipenggal lehernya, lalu bangkainya dicampakkan ke pembuangan sampah agar kaum muslimin dan orang-orang mu'ahad tidak terganggu oleh bau busuk bangkainya, hartanya dianggap sebagai fa'i (rampasan perang)-tidak halal diwarisi oleh seorang pun muslimin, karena seorang muslim tidak mewarisi harta orang kafir, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:" Seorang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim"(HR. Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Dalam hadits Mu'awiyah bin Hakam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;, bahwa ia berniat membebaskan budak sebagai kifarat. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menguji budak wanita. Beliau bertanya:"dimanakah Allah?", maka ia menjawab di atas langit, beliau bertanya lagi:"Siapa aku?", maka ia menjawab: "Anda utusan Allah".&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;HR.Muslim dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghukumi sebagai muslimah karena ia menyatakan bahwa Allah di atas langit. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Wahhab bin Munabbih berkata kepada Ja'ad bin Dirham:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;"&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Sungguh celaka engkau wahai Ja'ad karena masalah itu (karena Ja'ad mengingkari sifat-sifat Allah)!, seandainya Allah tidak mengkhabarkan dalam Kitab-Nya bahwa Ia memiliki tangan, mata dan wajah, niscaya aku tidak berani mengatakannya, takutlah kepada Allah!"&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Khalid bin Abdillah Al-Qisri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; suatu ketika berkhutbah pada hari raya I'edul Adha di Basrah, pada akhir khutbahnya ia berkata: "Pulanglah kalian kerumah masing-masing dan sembelihlah kurban-kurban kalian-semoga Allah memberikahi kurban kalian. Sesungguhnya pada hari ini aku akan meyembelih Ja'ad bin Dirham, karena ia berkata:Allah tidak pernah mengangkat Ibrahim 'alaihissalam sebagai kekasih-Nya, dan tidak pernah mengajak Musa berbicara. Sungguh Maha Suci Allah dari apa yang dikatakan Ja'ad karena kesombongan, maka Khalid turun dari mimbar dan menyembelih Ja'ad dengan tangannya sendiri, kemudian memerintahkan untuk disalib. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;URUNNYA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EDATANGAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;YA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ahlu Hadits menetapkan kebenaran akan turunnya Allah ta'ala pada setiap malam kelangit dunia, tanpa menyerupakan dengan turunnya makhluk, tanpa memperumpamakannya serta tanpa mereka-reka bagaimananya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Namun mereka menetapakan sebatas yang ditetapkan oleh Rasulullah, dan menafsirkan berdasarkan dzahirnya, sementara hakikat maknanya mereka serahkan kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian juga mereka menetapkan berita yang diturunkan Allah ta'ala dalam Al-Qur'an diantaranya mengenai "Al-Maji'" dan "Al-Ityan" (kehadiran dan kedatangan Allah), Allah berfirman [artinya]:" Tiada yang mereka nanti-nanti [pada hari kiamat] melainkan datangnya Allah dan malaikat dalam naungan awan..."(Al-Baqarah:210) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Dan datanglah Rabbmu, sedang malaikat berbaris-baris."(Al-Fajar:22) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kita mengimani sepenuhnya apa yang diberitakan tanpa mempersoalkan bagaimananya. Seandainya Allah menghendaki tentu akan menjelaskannya kepada kita caranya, oleh karena itu kita mencukupkan dengan apa yang telah Allah jelaskan kepada kita dan meninggalkan apa yang samar maknanya [hakikatnya], sebagaimana yang Allah perintahkan [artinya]:" Dialah yang menurnkan Al-Kitab (Al-Qur'an). Diantara [isinya] ada ayat-ayat yang muhkam, itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan sebagian yang lain [ayat-ayat] mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang dalam ilmunya berkata:'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu datang dari Rabb kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran [daripadanya] melainkan orang-orang yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berakal"(Ali-'Imran:7) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Rasulullah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, Dia berfirman [artinya]: "Siapa yang berdo'a kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapa yang memohon kepada-Ku niscaya akan Aku beri, siapa yang minta ampun niscaya akan Aku ampuni" &lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;HR. Bukhari, Muslim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ummu Salamah [istri Nabi] mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Seindah-indah hari adalah hari dimana Allah azza wa jalla turun ke langit dunia, maka dia ditanya: " Hari apakah itu" Beliau menjawab: "Hari Arafah"&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;* Hadits hasan, dikeluarkan oleh Ad-Darimi dalam 'Ar-Ra'du 'ala Jahmiyyah"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ESEPAKATAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ALAF TERHADAP RIWAYAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;RIWAYAT INI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seorang lelaki dari bani Tamim yang bernama Shabigh datang ke Madinah, ia banyak memiliki kitab, namun sering bertanya-tanya tentang &lt;b&gt;ayat-ayat mutasyabihat&lt;/b&gt;. Berita inpun sampai ketelinga Umar bin Khatab. Maka Shabigh dipanggil sedangkan Umar sudah menyiapkan pelepah kurma, ketika orang itu sudah menemuinya, ia pun duduk. Umar bertanya:"Siapa kamu?" lelaki itu menjawab:" Saya Shabigh". Umar kemudian berkata:"Saya Umar, hamba Allah". Umar lalu menghajar lelaki itu dengan pelepah kurma, sampai kepalanya mengeluarkan darah. Maka Shabigh berkata:"Cukup, wahai amiril Mukminin, Demi Allah, kini sudah hilang yang selama ini bersarang di kepalaku", kemudian Shabigh dikembalikan ke kaumnya dan Umar memerintahkan agar kaum muslimin tidak mengajaknya berbicara dengan Shabigh, sampai Shabigh benar-benar sembuh dari 'penyakit'. Setelah Shabigh benar-benar sembuh dari penyakit suka bertanya-tanya tentang &lt;b&gt;ayat mutasyabihat,&lt;/b&gt; maka umar membolehkan kaum muslimin untuk bergaul dengan Shabigh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Imam Syafi'i rahimahullah berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Andaikata aku menemui Allah (mati) dengan membawa segala dosa selain syirik, lebih aku sukai daripada aku menjumpai Allah dengan membawa sedikit saja dari kebid'ahan&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Sanadnya shahih,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Sufyan bin Uyainah menyatakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Segala sifat yang Allah sifatkan bagi diri-Nya di dalam Al-Qur'an, penafsirannya adalah baca dan diam" (dikeluarkan oleh Baihaqi dalam Al-I'tiqad) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Diriwayatkan dari sebagian ulama salaf bahwa mereka mengungkapkan :"Islam itu datang semata-mata ditegakkan diatas rasa pasrah (menerima)" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Sesungguhnya Islam ini dimulai dalam keadaan asing. Dan ia suatu saat akan kembali dianggap asing, maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing itu" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abdul Qasim bin Sallam menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Seorang pengikut sunnah, tak ubahnya orang yang menggenggam bara. Dan pada hari ini, b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;giku ia lebih utama dari pada sabetan sebilah pedang di jalan Allah"(Dikeluarkan oleh Al-Khatib) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ibnu Mas'ud menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Wahai manusia, barangsiapa diantara kamu yang mengetahui sesuatu, maka ungkapkanlah. Dan barangsiapa yang tak mengetahui sesuatu maka hendaklah ia berkata wallahu a'lam. karena wallahu a'lam untuk sesuatu yang tidak diketahui, itu termasuk ilmu. Allah azza wa jalla berfirman [artinya]: "Katakanlah [kepada manusia]:"Aku tidak meminta upah apapun kepadamu atas perbuatanku itu. Dan akupun bukan orang yang memaksakan diri untuk hal yang tidak diketahui"(Shaad:86) (Dikeluarkan oleh Al-Humaidi, Al-Bukhari, At-Tirmidzi) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EBANGKITAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ESUDAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ATI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Orang-orang yang dalam ilmu agama dan sunnahnya meyakini adanya kebangkitan sesudah mati di hari kiamat, dan segala apa yang dikhabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu wa'alaihi wa sallam berupa suasana mencekam pada hari kiamat, beraneka ragam keadaan hamba dan makhluk ketika melihat dan menerima hasil perbuatannya. Bagaimana mereka menerima catatan amal apakah dengan tangan kanan atau tangan kiri, menjawab berbagai pertanyaan, serta kegoncangan yang dijanjikan Allah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pada hari yang agung, dalam suasana yang mencekam dibentangan &lt;i&gt;sirath&lt;/i&gt;, timbangan, catatan amal meskipun hanya sebutir dzarrah kebaikan dan lain sebagainya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;YAFA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Orang-orang yang dalam ilmu agama dan sunnahnya meyakini adanya syafa'at Nabi untuk para pelaku dosa besar dari kalangan ahlu tauhid, dan yang melakukan dosa-dosa besar dikalangan mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Syafa'atku diberikan bagi pelaku dosa­dosa besar dari kalangan umatku"&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya, dikatakan oleh Tirmidzi hadits ini hasan shahih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam:"Yaa Rasulullah, siapakah yang paling senang mendapat syafa'atmu pada hari kiamat?" Beliau menjawab:"Aku mengira tak seorangpun yang menanyakan hal ini sebelum kamu, hal ini karena aku melihat kamu bersemangat dalam mencari hadits, 'Orang yang paling senang mendapat syafa'atku pada hari kiamat yaitu orang yang mengucapkan laila ha illallah dengan jujur dari sanubarinya"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;HR. Bukhari, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abi 'Ashim dan yang lainnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ibnu Hajar mengomentari dalam Fathul Bari:"Ada yang dengan syafa'at itu tidak jadi dimasukkan ke neraka, ada yang menjadi masuk sorga tanpa hisab, ada yang derajat di surga dinaikkan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AUDH DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ELAGA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AUTSAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ashhabul Hadits mengimani adanya haudh dan Telaga Al-Kautsar, serta masuknya sebagian Ahlu Tauhid ke surga tanpa hisab, dan sebagian dari mereka dihisab dengan hisab yang ringan dan kemudian dimasukkan ke surga tanpa diadzab terlebih dahulu. Dan sebagian lagi para pelaku dosa besar dilebur dalam neraka kemudian dibebaskan dan dikeluarkan darinya, kemudian digabungkan dengan saudara-saudaranya yang telah mendahului masuk surga, [dan Ashhabul Hadits menyakini bahwa yang berdosa besar dari kalangan Ahlu Tauhid] tidak kekal di neraka [dan tidak akan tinggal di neraka selama-lamanya] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Adapun orang kafir akan kekal di neraka dan tidak akan keluar darinya selama­lamanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AUM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;MININ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ELIHAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH DI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;KHIRAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; bahwa kaum mukminin akan melihat Rabb mereka (pada hari kiamat) dengan mata kepala mereka, dan memandang-Nya sebagaimana dalam hadits shahih, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Sungguh kalian akan melihat Rabb sebagaimana kalian melihat bulan purnama" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;keserupaan dalam hadits ini adalah cara melihatnya yang tidak mendapat kesulitan (berdesak-desakan), bukan bentuk yang dilihat (Allah dengan bulan purnama) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ENGIMANI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;DANYA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;URGA DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ERAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;, K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;EDUANYA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;DALAH M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AKHLUK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; (dan berkeyakinan) bahwa surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah, dan keduanya kekal abadi-tidak akan musnah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Orang yang masuk surga tidak akan keluar darinya, demikian juga penduduk neraka (dari golongan kafir) yang pantas memasukinya dan diciptakan untuk memasukinya, mereka juga tidak akan keluar darinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;(kematian akan dipenggal dan disembelih dibatas antara surga dan neraka, lalu datanglah suara memanggil ...) pada hari itu:"Wahai penghuni surga, kekekalan bagimu dan tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni neraka, kekekalan bagimu dan tidak ada lagi kematian." Demikian yang diriwayatkan dari hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;HR. Bukhari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;MAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ENCAKUP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;CAPAN DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ERBUATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;, B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;ERTAMBAH DAN B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERKURANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Termasuk pemahaman Ahlu Hadits adalah meyakini bahwa iman adalah ucapan, perbuatan, dan ma'rifah, bisa berkurang karena kemaksiatan dan bertambah karena ketaatan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Sufyan bin Uyainah menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang", maka saudaranya yang bernama Ibrahim bin Uyainah berkata:"Wahai Abu Muhammad, tadi kamu mengatakan iman bisa berku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;ang?!" Maka Sufyan bin Uyainah berkata:"Diam kamu 'anak kecil' Sungguh iman bisa berkurang hingga tidak tersisa sedikitpun." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ibnu Mubarak rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; suatu ketika datang ke kota, salah sorang ahli ibadah tiba­tiba mendatanginya-yang diperkira&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;an berpemahaman khawarij-lalu ia bertanya kepada Ibnu Mubarak:"Wahai Abu Abdirrahman, apa pendapatmu terhadap seorang pezina, pencuri, dan peminum khamer", Beliaupun menjawab:"Aku tidak mengeluarkannya dari keimanan." maka laki-laki itu menukas:"Kamu sudah tua malah menjadi murji'ah", maka Ibnu Mubarak menjawab:"Tidak, justru kami bertentangan dengan murji'ah, Murji'ah menyatakan kebaikan kita pasti diterima, sedangkan kemaksiatan kita pasti diampuni". Seandainya aku (Ibnul Mubarak) tahu bahwa kebaikanku diterima, niscaya aku bersaksi bahwa aku masuk surga, kemudia ia menukil ucapan Umar bin Khatab:"Seandainya imannya Abu Bakar dibandingkan dengan imannya seluruh penduduk Bumi, niscaya imannya Abu Bakar lebih berat" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EORANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;USLIM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IDAK &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IKAFIRKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ARENA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;OSA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;OSANYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah berkeyakinan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; bahwa seorang mukmin meskipun melakukan dosa-dosa kecil dan besar tidak bisa dikafirkan dengan semuanya itu. Meskipun dia meninggal dunia dalam keadaan belum taubat, selama masih dalam tauhid dan keikhlasan, urusannya terserah Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jika Ia menghendaki, Ia akan mengampuni dan memasukkannya ke surga pada hari Kiamat dalam keadaan selamat, beruntung dan tidak disentuh oleh api neraka, tidak disiksa atas segala dosa yang pernah dilakukannya, ia biasakan dan terus menyelimutinya sampai hari kiamat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Namun apabila Allah kehendaki, bisa saja Ia menyiksanya di neraka untuk sementara, namun adzab itu tidak kekal, bahkan akan dikeluarkan untuk dimasukkan ke tempat kenikmatan yang abadi (surga) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Guru kami (Al-Imam Abu Thayib) Sahal bin Muhammad (As-Sha'luki) rahimahullah berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Seorang mukmin, walaupun disiksa di neraka, ia tidak akan dicampakkkan seperti dicampakkannya orang kafir. Ia pun tidak kekal seperti orang-orang kafir, dan ia tidak akan celaka seperti celakanya orang kafir"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Artinya,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; bahwa orang kafir akan diseret ke neraka dan dalam keadaan tersungkur wajahnya, dibelenggu, dibebani dengan beban yang berat. Sedangkan seorang mukmin yang dihukum di neraka, ia akan masuk seperti tahanan yang masuk penjara di dunia dengan berjalan, tanpa dijungkirbalikkan, atau dicampakkan seperti pada orang kafir.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Arti ucapan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"..dia tidak akan dicampakkan seperti orang kafir yaitu bahwa orang kafir dimasukkan seluruh tubuhnya ke neraka dan setiap kali kulitnya gosong, kemudian diganti dengan kulit yang baru, agar ia betul-betul merasakan siksa-Nya, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur'an:" Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisaa:56) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Adapun orang-orang beriman, wajah-wajah mereka tidak akan disentuh oleh api neraka, dan anggota sujud mereka juga tidak akan dibakar api neraka, karena Allah telah mengharamkan neraka untuk membakar anggota-anggota sujud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Dalilnya sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam:"Allah mengharamkan bagi api nereka untuk menjilat bekas­bekas sujud."(HR. Bukhari) dan lainnya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Makna ucapan beliau:"..tidak akan celaka seperti celakanya orang kafir..". Bahwasanya orang-orang kafir putus asa untuk mendapat rahmat Allah, mereka juga tidak mempunyai harapan sama sekali untuk senang. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tidak putus-putusnya mengharap rahmat Allah disetiap keadaan. Karena pada akhirnya seorang mukmin akan masuk surga, karena mereka diciptakan untuk masuk surga dan surga diciptakan untuk menjadi miliknya, sebagai keutamaan dan karunia dari Allah azza wa jalla &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;UKUM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;RANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENINGGALKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;HALAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENGAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENGAJA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ulama Ahli Hadits berbeda pendapat mengenai orang yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Imam Ahmad dan banyak ulama salaf&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menganggap kafir orang tersebut dan mengeluarkannya dari Islam, berdasarkan hadits shahih bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Yang membatasi antara seorang hamba dan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir."&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Mereka diantaranya: Ishaq bin Rahawaih, Ibnul Mubarak, Ibrahim An-Nakha'i, Al-Hakam bin Utaibah, Ayyub As-Sakhtiyani, Abu Bakar bin Syaibah, Abu Khaitsamah, Zuhaeir bin Harab dan lainnya. Adapun dari kalangan Sahabat: Umar bin Khatab, Mu'adz bin Jabal, Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdullah, Abu Darda dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;** &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Dikeluarkan oleh Ibnu Nashar, Muslim, Ahmad dan lainnya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sementara &lt;b&gt;Imam Syafi'i, para sahabatnya dan banyak ulama salaf&lt;/b&gt; menganggap orang tersebut belum kafir, selama masih meyakini kewajiban shalat tersebut. Akan tetapi mereka berpendapat bahwa orang tersebut harus dibunuh, sebagaimana dibunuhnya orang-orang murtad. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka menafsirkan sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Barangsiapa yang meninggalkan shalat (dengan mengingkari ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;w&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;ajibannya) maka ia kafir" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Hal itu sebagaimana firman Allah: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"..Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka kafir (ingkar) kepada hari kemudian"(Yuusuf:37) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Beliau (Yusuuf) meninggalkan mereka bukan karena tindakan yang belum jelas kekufurannya, namun karena mereka mengingkari (Allah dan hari akhir) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERBUATAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AMBA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;DALAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IPTAAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Termasuk diantara pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah keyakinan bahwa perbuatan hamba adalah makhluk (diciptakan oleh) Allah azza wa jalla. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka tidak ada yang membantah permasalahan ini, sebaliknya mereka m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;nganggap orang-orang yang mengingkari hal ini sebagai orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan petunjuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IDAYAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ATANGNYA DARI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka (Ashabul Hadits) bersaksi bahwa Allah ta'ala memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki menuju Agama-Nya dan menyesatkan siapa saja yang dikehendaki untuk menjauhi Agama-Nya, namun bagi orang yang disesatkan-Nya tidak ada alasan (untuk bebas dari siksa-Nya).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Katakanlah:"Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya". (Al-An'am:149) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap­tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (QS. 32:13) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia...(Al-A'raf:179) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk tanpa merasa butuh kepada mereka. Allah menciptakan mereka dalam 2 golongan. Satu golongan berhak masuk kedalam tempat kenikmatan sebagai keutamaan yang Allah berikan, dan golongan yang lain dimasukkan ke neraka sebagai keadilan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah menjadikan diantara mereka ada yang tersesat dan ada yang terbimbing, ada yang celaka dan ada yang bahagia. Ada yang dekat dengan rahmat-Nya dan ada yang jauh dari rahmat-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah berfirman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (Al-Anbiya':23) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah berfirman:"Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. (Al-A'raf:54) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;"Sesungguhnya bakal penciptaan seseorang diantara kamu dikumpulkan dalam perut ibunya dalam 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari), kemudian menjadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Maka demi Allah yang tiada tiada Tuhan selain Dia, sungguh seorang diantara kamu ada yang melakukan amalan ahli syurga hingga tidak ada diantara dia dan syurga itu kecuali sehasta saja, kemudian dia didahului oleh taqdir Allah, lalu ia melakukan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dan sungguh salah seorang diantara kamu melakukan amalan-amalan ahli neraka, sehingga tidak ada anatara dia dan neraka kecuali sehasta saja, maka ia didahului oleh takdir Allah, lalu ia melakukan amalan ahli syurga, maka ia pun masuk syurga"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;HR.Bukhari, Muslim dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;)&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EBAIKAN DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EJELEKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dan berkeyakinan bahwa kebaikan dan kejelekan, manfa'at dan mudzarat (kejadian yang manis maupun yang pahit) semuanya dari takdir dan ketentuan Allah ta'ala, tidak ada yang mampu mencegahnya, menyimpangkannya atau menjauhkannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seseorang tidak akan tertimpa suatu musibah melainkan apa yang telah ditakdirkan. Meskipun seluruh makhluk berusaha keras untuk menolong orang tersebut, akan tetapi Allah menakdirkan untuk tertimpa musibah maka usaha tersebut tidak berhasil. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian juga meskipun seluruh makhluk berusaha untuk mencelakakan dirinya akan tetapi orang tersebut tidak ditakdirkan celaka, maka usaha tersebut tidak akan berhasil, hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radiallahu'anhu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt; Yakni sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam:"Ketahuilah, bahwa seseungguhnya seandainya bersatu umat manusia untuk memberikan manfa'at padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang ditakdirkan Allah kepadamu, dan seandainya mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakan kamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah takdirkan kepadamu. Telah diangkat pena (untuk menulis takdir) dan telah kering lembaran-lembaran&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;itu &lt;b&gt;(HR. Turmudzi dll dan dikatakan hasan shahih)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya.."(Yuunus:107) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Termasuk dari pemahaman dan manhaj Ahlus Sunnah-selain keyakinan mereka bahwa kebaikan dan kejelekan semuanya dari takdir Allah-mereka juga menetapkan bahwa tidak diperkenankan menyadarkan kepada Allah apa-apa yang berkesan negatif bila diucapkan secara terpisah. Tidak boleh dikatakan, misalnya: Allah itu pencipta monyet, babi, kumbang kelapa dan jangkrik, meskipun kita tahu tidak ada makhluk yang tidak diciptakan oleh Allah. Dalam hal ini terdapat hadits tentang do'a istiftah:"Sungguh Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau ya Allah, kebaikan seluruhnya di keduatangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt; Dikeluarkan oleh:Ahmad, Muslim dan lainnya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Maksudnya, wallahu a'lam, kejelekan tidak termasuk yang bisa disandarkan kepada Allah secara terpisah, seperti:"Wahai Pencipta keburukan, atau wahai yang menakdirkan kejelekan". Meskipun benar bahwasanya Dia-lah yang menciptkan dan menakdirkan kejelekan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Oleh karena itu Nabi Khidir 'alaihissalam menyandarkan kehendak untuk merusak perahu kepada dirinya sendiri, seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an:"Adapun kapal itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku hendak merusakkan kapal itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap kapal. (Al­Kahfi:79) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Namun ketika beliau menyebutkan kebaikan, kebajikan, dan rahmat, beliau menyandarkan kehendaknya kepada Allah, Allah ta'ala berfirman:"..maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu.."(Al-Kahfi:82) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah juga memberitakan tentang diri Ibrahim 'alaihissalam dalam firman-Nya:"dan apabila aku sakit. Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy-Syu'ara:80) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Beliau menyandarkan sakit kepada dirinya sendiri dan menyandarkan kesembuhan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Meskipun keduanya datangnya dari Allah Yang Maha Mulia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EHENDAK &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;LLAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ZZA WA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ALLA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian juga termasuk madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, bahwa Allah azza wa jalla berkehendak atas semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya, yang baik maupun yang jelek. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Tidak ada seorang pun yang beriman kecuali dengan kehendak-Nya. Dan tidak ada seorangpun yang kafir kecuali dengan kehendak-Nya. Jika Allah menhendaki, niscaya Allah jadikan mereka satu umat, sebagaimana firman Allah: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.."(Yuunus:99) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kalau Allah menghendaki untuk tidak terjadi kemaksiatan, Allah tidak ciptakan Iblis. Maka kekufuran orang yang kafir, keimanan orang yang beriman, (keingkaran orang atheis,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tauhidnya ahli tauhid, ketaatan orang yang taat, dan kemaksiatan orang yang bermaksiat) semuanya terjadi kerena ketentuan, takdir, keinginan dan kehendak-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dan Allah menghendaki semuanya itu dan menakdirkannya. Namum Allah meridhai keimanan dan membenci kekufuran dan kemaksiatan. Allah berfirman:"Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu."(Az-Zumaar:7) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ASIL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;KHIR &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EHIDUPAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ARA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AMA ADALAH HAL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;HAIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah bersaksi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;dan berkeyakinan bahwa hasil akhir kehidupan para hamba adalah hal yang ghaib. Seseorang tidak mengetahui bagaimana ia mengakhiri hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka tidak menghukumi seseorang bahwa dia calon penghuni syurga atau calon penghuni nereka, kerena hal itu merupakan perihal ghaib. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka tidak mengetahui dengan apa mereka mengakhiri hidupnya (apakah dengan keimanan atau dengan kekufuran). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Oleh karena itu mereka mengatakan:"Mukmin insya-Allah" (artinya: termasuk dari mukminin yang mengakhiri hidupnya dengan kebaikan, insya-Allah) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ERSAKSIAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ERHADAP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;RANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ATI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENGAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EYAKINAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IBAWANYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; atas orang yang mati dalam keadaan Islam akan masuk syurga. Dan jika ia ditakdirkan oleh Allah untuk disiksa terlebih dahulu di dalam neraka karena perbuatan dosa-dosanya yang belum bertaubat, maka adzab itu tidak kekal, pada akhirnya Allah akan masukkan dia ke Syurga. Tidak ada seorangpun dari muslimin yang akan kekal di neraka sebagai keutamaan dari Allah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir-Wal 'iyadzu Billah-, maka tempat kembalinya adalah neraka dan akan kekal didalamnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EREKA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ENDAPAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ABAR &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EMBIRA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ASUK &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;YURGA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dari kalangan sahabat yang mendapat kabar gembira (dengan disebutkan namanya), maka Ashabul Hadits mengakui hal itu dan membenarkannya atas berita itu dan janji tersebut, Karena beliau tidak akan mempersaksikan hal itu kecuali setelah mengetahuinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah subhanahu wa ta'ala memberitahu sebagian ilmu ghaib yang dikehendakinya, sebagaimana firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya.."(Al-Jinn:26-27) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah memberi kabar gembira kepada sepuluh orang sahabatnya untuk masuk surga, mereka adalah: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubeir, Abdurrahman bin 'Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, Sa'id (bin Zaid ), dan Abu Ubadah bin Jarrah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Hadits yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zaid secara marfu' &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian pula Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Tsabit bin Qis bin Syammas:"Kamu termasuk ahli syurga"&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AHABAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AHABAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ALING &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;TAMA DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ASA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EKALIFAHANNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus Sunnah juga bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dan berkeyakinan bahwa sahabat Rasulullah yang paling utama adalah: Abu Bakar, kemudian Umar, Kemudian Utsman, Kemudian Ali.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka adalah para khalifah yang mendapat petunjuk, yang kekhalifahan mereka diberitakan oleh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dengan sabdanya:"Kekhalifannya sesudah berlangsung selama tiga puluh tahun" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;[Kemudian beliau menambahkan: Abu Bakar memegang pemerintahan selama 2 tahun,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Umar, 10 tahun, Utsman 12 tahun dan Ali 6 tahun]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan lainnya, dihasankan oleh Ibnu Abi 'Ashim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Setelah masa pemerintahan mereka, urusan dikuasai oleh penguasa-penguasa yang jahat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt; Diriwayatkan oleh Ahmad dan lainnya dengan sanad&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hasan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ash Habul Hadits menetapkan kekhalifahan Abu Bakar radhiallahu'anhu setelah kematian Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berdasarkan pemilihan, kesepakatan dan pendapat mereka kompak.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Kalau Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah meridhai Abu Bakar untuk urusan agama maka kami ridha kalau Abu Bakar mengurusi permasalahan dunia bagi kami" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;[Yakni Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengambil pengganti untuk mengimami manusia dalam shalat fardhu ketika Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam sakit dan ini merupakan urusan agama, maka kami ridha Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dalam urusan dunia kami] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kemudian Kekhalifahan Umar bin Khatab dengan dipilih oleh Abu Bakar yang kemudian disepakati oleh para Sahabat yang lain. Dan dengan kekhalifahannya itu Allah merealisasikan janji-Nya untuk meninggikan dan mengagungkan syi'ar Islam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kemudian Kekhalifahan Utsman bin Affan melalui ijma' majelis syura dan ijma para sahabat secara keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kemudian kekhalifahan 'Ali dengan dibaiat oleh para sahabat, setelah melihat bahwa 'Alilah yang paling berhak dan paling mulia pada masa itu untuk memegang kekhalifahan dan tidak membolehkan tindakan menentang dan menyelisihi pemerintahan beliau. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan beramal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di Bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.."(An-Nuur:55) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"...dan orang-orang yang bersama dia (Rasulullah) adalah keras&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;terhadap orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka.." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;sampai firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"..yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak membuat jengkel hati orang-orang kafir..."(Al-Fath:29) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Maka barangsiapa yang mencintai mereka, berwala kepada mereka, mendoakan mereka, memelihara hak mereka dan mengakui keutamaan mereka, maka ia termasuk orang-orang yang menang. Sebaliknya, barangsiapa yang membenci mereka, mencaci mereka, menuduh kepada mereka seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Rafidhah (syiah imamiah) dan khawarij dan khawarij yang semoga Allah melaknat mereka, maka ia termasuk orang-orang yang binasa.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;HALAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;I &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ELAKANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;(P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;EMERINTAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;) Y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;ANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;HALIH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;AUPUN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;F&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;AJIR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERTA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERJIHAD &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERSAMA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EREKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ashabul Hadits berpendapat seharusnya melaksanakan shalat Jum'at, shalat 'Ied dan selain keduanya dibelakang imam muslimin baik dia shalih maupun fajir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga berpendapat bahwa berjihad melawan orang-orang kafir itu bersama-sama pemerintah meskipun mereka zhalim dan fasiq. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga menganjurkan untuk mendo'akan mereka agar menjadi baik dan mendapat hidayah (serta menebarkan keadilan dalam masyarakat)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga tidak membolehkan untuk memberontak kepada pemimpin-pemimpin fasiq tersebut, meskipun mereka menyaksikan penyimpangan pemerintah dari konsep keadilan dan menggantinya dengan diktatorisme dan penindasan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga berpendapat untuk memerangi para pemberontak sampai orang-orang itu kembali taat kepada pemerintah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IKAP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;EREKA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERHADAP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ARA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AHABAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka berpendapat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; untuk menahan diri [untuk membicarakan] dalam perselisihan yang terjadi dikalangan sahabat. Memelihara lisan mereka untuk tidak mengucapkan kata-kata yang berkesan mendiskreditkan dan merendahkan para sahabat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ashabul Hadits berpendapat,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; seharusnya mencitai mereka dan berwala kepada mereka secara keseluruhan. Demikian juga mereka menganggap wajib untuk memuliakan para istri-istri beliau radhiallahu'anhunna, mendoakan mereka, mengakui keutamaan mereka dan mengakui juga mereka (istri-istri Nabi) sebagai ibu-ibu kaum muslimin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ESEORANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ASUK &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;URGA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;UKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ARENA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;MALNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka juga bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dan berkeyakinan bahwa seseorang tidak bisa dipastikan masuk surga walaupun ia telah melakukan amalan-amalan yang baik. [ibadahnya nampak ikhlas, dan ketaatannya demikian tinggi] dan jalan kehidupannya pantas untuk diteladani kecuali jika diijinkan oleh Allah, sebagai keutamaan yang diberikan kepadanya. Maka dengan keutamaan dan karunia-Nya itu ia masuk surga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Karena amal baik yang ia lakukan tidaklah dapat dilakukan dengan mudah kecuali karena kemudahan dari Allah. Jika Allah tidak memberi kemudahan [niscaya ia tidak dapat melakukannya. Dan jika Allah tidak mengarunianya hidayah] niscaya ia tidak mendapat hidayah selama-lamanya, [meskipun ia telah berupaya keras]. Hal ini sebagaimana firman Allah ta'ala:"...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki..."(An-Nuur:21) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah juga berfirman memberitakan tentang penduduk surga:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"..Dan mereka berkata:"segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini, dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.."(Al-A'raaf:43) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ETIAP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AKHLUK &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ELAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ITENTUKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;JALNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka juga bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dan berkeyakinan bahwa Allah azza wa jalla telah menentukan batas akhir kehidupan bagi setiap makhluk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sesungguhnya setiap jiwa itu tidak akan mati kecuali dengan ijin Allah dan takdir dari­Nya.Apabila sudah ditakdirkan waktunya mati, maka tidak ada pilihan lagi kecuali mati. Tidak bergeser sedikitpun. Allah berfirman:"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula memajukannya"(Al-A'raaf:34) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Setiap yang yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan ijin Allah sebagai ketentuan yang telah ditetapkan waktunya."(Ali-Imran:145) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka juga bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dan berkeyakinan bahwa siapa yang mati atau terbunuh, maka hal itu merupakan takdir. Allah berfirman:"Katakanlah:"Sekiranya kamu berada dirumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ketempat mereka terbunuh..."(Ali-'Imran:154) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Allah juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Dimanapun kamu berada, kematian akan menemuimu, walaupun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..."(An-Nisaa:78) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ODAAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;YAITAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka juga bersaksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; dan berkeyakinan bahwa Allah subhanu wa ta'ala telah menciptakan syaitan yang akan menggoda umat manusia, agar mereka tergelincir, maka syaitan-syaitan itu terus mengawasi mereka, Allah berfirman:"..Sesungguhnya syaitan itu membisikan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musrik.."(Al­An'am:121)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah dapat memberi kuasa atas diri mereka (syaitan) untuk menggoda siapa saja yang Allah kehendaki. Namun Allah juga menjaga siapa saja yang dikehendaki dari tipu daya mereka, Allah berfirman:"Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah, Sesungguhnya kekuasaanya (syaitan) itu hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas orang-orang yang menyekutukan Allah."(An-Nahl:99-100)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IHIR DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;UKANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IHIR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka (Ashabul Hadits) juga berkeyakinan bahwa di dunia ini memang ada sihir dan tukang sihir, akan tetapi tukang sihir tersebut tidak dapat mencelakakan seseorang kecuali dengan ijin Allah azza wa jalla, sebagaimana firman Allah ta'ala:"Dan mereka (tukang sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan ijin Allah .."(Al-Baqarah:102)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Barangsiapa yang menjadi penyihir atau menggunakan jasa sihir, sementara ia berkeyakinan bahwa sihir bisa memberi manfaat atau memberi mudharat tanpa ijin Allah, maka ia telah kafir kepada Allah ta'ala. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apabila seseorang telah melakukan hal-hal yang secara dzahir dapat membuatnya kafir itu, maka ia harus dipaksa untuk bertaubat, kalau enggan dipenggal lehernya (oleh penguasa muslim). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Namun apabila ia hanya melakukan perkara sihir yang tidak sampai mengkufurkan dirinya, atau misalnya mengucapkan sesuatu yang dia sendiri tidak memahaminya, maka cukup dicegah saja. Kalau enggan, bisa diberikan hukuman cambuk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apabila seseorang berpendapat bahwa sihir itu tidaklah haram, bahkan meyakininya boleh-boleh saja, maka orang itu harus dibunuh karena ia telah membolehkan apa yang telah menjadi kesepakatan umat Islam bahwa sihir itu haram. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;DAB DAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ERILAKU &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;SHABUL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ADITS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka (Ashabul Hadits) mengharamkan minuman yang memabukkan yang diproses baik dari anggur, korma, madu, jagung dan lain sebagainya yang memabukkan, mereka mengharamkannya baik sedikit maupun banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt; Hal ini sebagaimana hadits Nabi:"Setiap yang memabukkan adalah khamer, dan setiap khamer adalah haram."(HR.Ahmad. Muslim dll). Dan Sabda Nabi:"Setiap yang memabukkan dalam jumlah yang banyak, maka dalam jumlah sedikit juga haram."(HRAhmad, Abu Daud dll, hadits hasan) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka menghindarinya dan mengharuskan bagi yang mengkonsumsinya untuk dihukum. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Mereka berpendapat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; seharusnya bersegera menunaikan shalat lima waktu, dan melakukan diawal waktu lebih utama dari pada di akhir waktu. Hal demikian untuk mendapatkan pahala yang lebih besar yang telah dijanjikan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga mewajibkan ma'mum untuk membaca Al-Fatihah dibelakang imam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);"&gt; Hal ini berdasarkan hadits:"Tidak ada shalat (tidak sah) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah." (HR. Bukhari). Namun kewajiban membaca Al-Fatihah ini berlaku ketika shalat sirriyah (yang bacaan imam tidak dikeraskan, seperti: Dzuhur, Ashar). Adapun shalat jahriyah (yang bacaan imam dikeraskan, seperti: Subuh, Maghrib, 'Isya) maka cukup dengan mendengarkan bacaan imam. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:" Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti, apabila ia bertakbir maka betakbirlah, dan apabila ia membaca qiraat maka dengarkanlah."(HR. Abu Daud, Muslim dan lainnya). Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda:"Barangsiapa yang mempunyai imam maka bacaan imam adalah bacaan baginya."(HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Daud dan lainnya). Hal ini dijelaskan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albany dalam 'Sifat Shalat Nabi". wallahu a'lam &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; color: rgb(0, 112, 192);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka memerintahkan untuk menyempurnakan ruku', sujud, serta mewajibkannya. Mereka berpendapat bahwa kesempurnaan ruku' diantaranya dengan adanya tu'maninah dan menegakkan punggung ketika bangkit dari ruku' yang disertai juga dengan tu'maninah. Demikian juga ketika bangkit dari sujud, duduk diantara 2 sujud, semuanya itu dengan tu'maninah. Mereka berpendapat semuanya itu sebagai rukun sahnya shalat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka saling menganjurkan untuk melakukan shalat malam setelah tidur, menyambung tali silaturahmi, menebarkan salam, memberi makan fakir miskin, menyayangi anak-anak yatim dan memperhatikan urusan kaum muslimin. Dan menjaga kehalalan makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan aktifitas lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka juga menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, bersegara melakukan kebajikan sebanyak-banyaknya, [hati-hati terhadap akibat sifat ketamakan, saling menganjurkan untuk istiqamah diatas kebenaran dan bersabar], saling mencintai dan benci karena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka mengikuti jejak Nabi, para sahabatnya serta para &lt;b&gt;ulama salafaus shalih&lt;/b&gt;.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka membenci ahli bid'ah yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama, tidak mencintai dan bersahabat dengan mereka, tidak mendengarkan ucapan-ucapan mereka, duduk dimajelis mereka, berdebat dengan mereka serta bertukan pikiran dengan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mereka menjaga telinga-telinga mereka dari mendengarkan ucapan-ucapan ahli bid'ah walaupun sepertinya selintas namun bisa menimbulkan keraguan dan merusak pemahaman. Allah telah mengingatkan dalam firmannya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Dan apabila kamu melihat orang-orang yang memperolok-olokan ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka mereka membicarakan pembicaraan yang lain"(Al-An'am) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IRI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-C&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IRI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;HLI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;AH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ciri-ciri ahli bid'ah sangat jelas dan terang, yang paling menonjol diantaranya: kebencian mereka kepada para pembawa riwayat hadits, merendahkannya, dan menggelarinya dengan: penghafal catatan kaki, orang-orang dungu, orang-orang tekstual atau musyabihah (orang-orang yang menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk). Mereka meyakini adanya makna bathin dari hadits-hadits Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, sehingga mereka menafsirkan hanya dengan otak mereka yang telah dirusak oleh syaitan, hati nurani mereka teleh rusak, dan argumentasi dan pemikiran mereka sangat rancu dan berantakan. Allah berfirman:"Mereka itulah orang-orang yang dilaknati oleh Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan penglihatan mereka."(Muhammad:23) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahmad bin Sinan Al-Qaththan berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Di kolong langit ini, tidak seorangpun ahli bid'ah yang tidak membenci ahli hadits, karena ketika orang itu telah berbuat bid'ah maka ia akan kehilangan kemanisan ilmu hadits dalam hatinya"&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abu Hatim Muhammad bin Idris Al-Hanzali Ar-Razi berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Ciri-ciri ahli bid'ah yaitu suka mengolok-olok ahlu atsar (ahli hadits), dan termasuk ciri-ciri orang zindiq (munafiq) yaitu suka menggelari ahli atsar sebagai penghafal catatan kaki, yang mereka inginkan adalah membatalkan atsar sebagai sumber hukum. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Termasuk ciri-ciri qadariyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; (orang-orang yang mengingkari adanya takdir) adalah menggelari ahlus sunnah dengan jabariyah (orang-orang yang bergantung kepada takdir dan meninggalkan usaha). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Diantara ciri-ciri jahmiyyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; (orang-orang yang mengingkari nama-nama dan sifat Allah) adalah menggelari ahlus sunnah dengan sebutan musyabihah (orang-orang yang menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Diantara ciri-ciri rafidhah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; (syi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;ah) adalah menggelari ahlus sunnah dengan sebutan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;nabithah dan nashibah (orang-orang yang membenci ahli bait). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abu 'Utsman berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;" Saya melihat bahwa ahli bid'ah yang menggelari ahlus sunnah [namun dengan karunia dari Allah, tuduhan tersebut tidaklah benar dan tidak pantas disandarkan kepada ahlus sunnah] mereka (ahli bid'ah) mengikuti jalannya musrikin [semoga Allah melaknat mereka] yang menggelari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dengan gelar-gelar yang tidak pantas. Diantaranya ada yang menggelari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam sebagai tukang sihir, dukun, ahli sya'ir, orang gila, orang kesurupan, pembohong, tukang nyleneh dan lain sebagainya. Padahal Nabi shallallahu'alaihi wa sallam sangat jauh dari semua 'aib tersebut. Beliau adalah Nabi dan Rasul yang terpilih. Allah berfirman:"Perhatikanlah,bagaimana mereka membuat (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu)."(Al-Furqan:9) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian juga halnya dengan ahlu hadits yang diberi gelar-gelar buruk oleh ahli bid'ah, padahal ahlu hadits sangat jauh dan bersih dari celaan tersebut. Ahlu hadits adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah yang bersih, sistem kehidupan yang diridhai oleh Allah ta'ala, jalan-jalan yang lurus dan hujjah yang kokoh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah telah menganugrahi ahlu hadits untuk dapat meneladani apa yang terdapat dalam kitab-Nya, wahyu-Nya dan firman-Nya, meneladani Rasul-Nya dalam setiap hadits dimana Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berlaku baik, dalam ucapan dan perbuatan serta mencegah mereka untuk berbuat kemungkaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Allah juga menolong ahlu hadits untuk dapat berpegang teguh dengan sistem kehidupan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu'alaihi wa sallam. Maka Allah-pun menjadikan mereka sebagai pengikut wali-wali yang terdekat. Allah juga melapangkan dada mereka untuk mencintai beliau, mencintai para ulama-ulama umat. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Seseorang akan bersama orang yang dicintainya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;HR. Bukhari, Ahmad dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IRI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;-C&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;IRI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;HLUS &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 115%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%;"&gt;UNNAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Salah satu ciri ahlus sunnah adalah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; kecintaan mereka terhadap imam-imam sunnah dan ulamanya dan para penolongnya dan para walinya. Dan mereka membenci tokoh-tokoh ahli bid'ah yang mereka itu mengajak kepada jalan menuju neraka dan menggiring pengikutnya menuju kehancuran. Allah telah menghiasi dan menyinari ahlus sunnah dengan kecintaan mereka kepada ulama-ulama ahlus sunnah, sebagai karunia dan keutamaan dari Allah ta'ala. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Ahlus sunnah juga sepakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; untuk merendahkan ahli bid'ah, menghinakan mereka, menjauhi dan memboikot mereka serta menghindari untuk bersahabat dengan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Janganlah kamu tertipu oleh banyaknya ahli bid'ah, karena banyaknya jumlah ahli bid'ah dan sedikitnya ahlus sunnah merupakan tanda dekatnya hari kiamat, &lt;b&gt;sebagaimana sabda Nabi:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;"Sesungguhnya termasuk diantara tanda-tanda dekatnya hari kiamat yaitu sedikitnya ilmu dan menyebarluasnya kebodohan (dalam agama)"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;HR. Bukhari, Muslim dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ilmu itu sendiri merupakan sunnah dan kebodohan itu sendiri merupakan bid'ah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Iman itu akan mendekam di Madinah , seperti ular yang mendekam dalam lubangny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;a. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;HR. Bukhari, Muslim dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Tidaklah datang hari kiamat, sampai tidak terdengar lagi di muka bumi ini orang yang mengatakan Allah, Allah, Allah" Dalam riwayat lain disebutkan lailaha illalla&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;h. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;HR. Ahmad, Muslim dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="EN-US"&gt;)&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu'alaihi wa sallam, melaksanakannya, istiqamah diatasnya serta mendakwahkannya, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalakan diawal munculnya Islam, sebagaimana sabda Nabi :"Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yang kalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh". Beliau ditanya (oleh sahabat) :"Mungkin 50 kali pahala diantara mereka". Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menjawab:"Bahkan 50 kali pahala kalian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;". (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanda shahih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengatakan demikian bagi orang yang mengamalkan sunnah dimana pada masanya umat sudah rusak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Suatu ketika Abu Muawiyah yang buta berbicara dengan Harun Ar-Rasyid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;, maka ia menyampaikan hadits :"Suatu saat Nabi Adam dan Musa 'alaihima sallam berdebat " tiba-tiba Ali bin Ja'far menyela:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Bagaiman mungkin itu bisa terjadi, masa kehidupan Nabi Adam dan Nabi Musa kan berbeda masa yang lama". Lalu khalifah Harun Ar-Rasyid menghardiknya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Dia menceritakan kepadamu hadits dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, lalu kamu membantah dengan bagaimana mungkin?" Beliau terus mengulang-ulangi, sampai Ali bin Ja'far terdiam". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Abu Utsman berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;"Demikianlah seharusnya seseorang dalam mengagungkan hadits­hadits Nabi, menerimanya dengan sepenuh penerimaan, kepasrahan dan mengimaninya. Membantah orang yang menempuh jalan selain ini, sebagaimana yang dilakukan oleh Harun Ar-Rasyid rahimahullam terhadap orang yang dengan beraninya membantah hadits dengan mengatakan:"Bagaimana mungkin?" yang tujuannya adalah membantah dan mengingkarinya. Padahal seharusnya ia menerima semua yang diberitakan oleh Nabi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Semoga Allah menjadikan kita termasuk diantara mereka yang ketika mendengar hadits kemudian mengikutinya. Berpegang teguh sepanjang hidup dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul shallallahu'alaihi wa sallam, serta menghindari hawa nafsu yang menyesatkan, pendapat-pendapat yang sesat dan berbagai kejahatan yang menghinakan dengan karunia dan keutamaan dari Allah ta'ala.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad , keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu 'Alaihi ajma'in &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-5661939384078336074?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/5661939384078336074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/03/istilah-salaf-salafus-shalih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/5661939384078336074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/5661939384078336074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/03/istilah-salaf-salafus-shalih.html' title='ISTILAH SALAF - SALAFUS SHALIH'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-6224754598327430403</id><published>2010-03-06T19:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T19:19:41.541-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP MENGKAJI AGAMA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;Oleh : Al Ustadz Qomar Suaidi&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dewasa ini banyak sekali 'jalan' yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun lihat pula sekeliling kita. Kondisi umat Islam masih begini-begini saja. Kebodohan dan ketidakberdayaan masih menyelimuti. Bahkan sepertinya makin bertambah parah.&lt;br /&gt;Adakah yang salah dari tindakan mereka? Ya, bila melihat kondisi umat yang semakin jatuh dalam kegelapan, sudah pasti ada yang salah. Mengapa mereka tidak mengajak umat untuk kembali mempelajari agamanya saja? Mengapa mereka justru menyibukkan umat dengan sesuatu yang berujung kesia-siaan?&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai pewaris Nabi selalu berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan Rasulullah untuk mengajak umat kembali mempelajari agamanya. Dalam berbagai hal, Ahlussunnah tidak akan pernah keluar dari jalan yang telah digariskan oleh Nabi Shalallahu 'alayhi wassalam. Lebih-lebih dalam mengambil dan memahami agama di mana hal itu merupakan sesuatu yang sangat asasi pada kehidupan. Inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan umat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut kami akan menguraikan manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam mengkaji agama, namun kami hanya akan menyebutkan hal-hal yang sangat pokok dan mendesak untuk diungkapkan. Tidak mungkin kita menyebut semuanya karena banyaknya sementara ruang yang ada terbatas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Makna Manhaj&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manhaj dalam bahasa Arab adalah sebuah jalan terang yang ditempuh. Sebagaimana dalam firman Allah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dan kami jadikan untuk masing-masing kalian syariat dan minhaj." (Al-Maidah: 48)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata minhaj , sama dengan kata manhaj . Kata minhaj dalam ayat tersebut diterangkan oleh Imam ahli tafsir Ibnu Abbas, maknanya adalah sunnah. Sedang sunnah artinya jalan yang ditempuh dan sangat terang. Demikian pula Ibnu Katsir menjelaskan (lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/67-68 dan Mu'jamul Wasith).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang diinginkan dengan pembahasan ini adalah untuk menjelaskan jalan yang ditempuh Ahlussunnah dalam mendapatkan ilmu agama. Dengan jalan itulah, insya Allah kita akan selamat dari berbagai kesalahan atau kerancuan dalam mendapatkan ilmu agama. Inilah rambu-rambu yang harus dipegang dalam mencari ilmu agama:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Mengambil ilmu agama dari sumber aslinya yaitu Al Qur'an dan As Sunnah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Subhanallahu wa Ta'ala  berfirman:&lt;br /&gt;"Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan jangan kalian mengikuti para pimpinan selain-Nya. Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya." (Al-A'raf: 3)&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shalallahu 'alayhi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwasanya aku diberi Al Qur'an dan yang serupa dengannya bersamanya." (Shahih, HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Miqdam bin Ma'di Karib. Lihat Shahihul Jami' N0. 2643)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Memahami Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yakni para sahabat dan yang mengikuti mereka dari kalangan tabi'in dan tabi'ut tabi'in. Sebagaimana sabda Nabi Shalallahu 'alayhi wassalam:&lt;br /&gt; "Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang setelah mereka kemudian yang setelah mereka." (Shahih, HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebaikan yang berada pada mereka adalah kebaikan yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan agama, baik ilmu, pemahaman, pengamalan dan dakwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnul Qayyim berkata: "Nabi mengabarkan bahwa sebaik-baik generasi adalah generasinya secara mutlak. Itu berarti bahwa merekalah yang paling utama dalam segala pintu-pintu kebaikan. Kalau tidak demikian, yakni mereka baik dalam sebagian sisi saja maka mereka bukan sebaik-baik generasi secara mutlak." (lihat Bashair Dzawis Syaraf: 62)&lt;br /&gt;Dengan demikian, pemahaman mereka terhadap agama ini sudah dijamin oleh Nabi. Sehingga, kita tidak meragukannya lagi bahwa kebenaran itu pasti bersama mereka dan itu sangat wajar karena mereka adalah orang yang paling tahu setelah Nabi. Mereka menyaksikan di mana dan kapan turunnya wahyu dan mereka tahu di saat apa Nabi r mengucapkan hadits. Keadaan yang semacam ini tentu sangat mendukung terhadap pemahaman agama. Oleh karenanya, para ulama mengatakan bahwa ketika para shahabat bersepakat terhadap sesuatu, kita tidak boleh menyelisihi mereka. Dan tatkala mereka berselisih, maka tidak boleh kita keluar dari perselisihan mereka. Artinya kita harus memilih salah satu dari pendapat mereka dan tidak boleh membuat pendapat baru di luar pendapat mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Syafi'i mengatakan: "Mereka (para shahabat) di atas kita dalam segala ilmu, ijtihad, wara' (sikap hati-hati), akal dan pada perkara yang mendatangkan ilmu atau diambil darinya ilmu. Pendapat mereka lebih terpuji dan lebih utama buat kita dari pendapat kita sendiri -wallahu a'lam- … Demikian kami katakan. Jika mereka bersepakat, kami mengambil kesepakatan mereka. Jika seorang dari mereka memiliki sebuah pendapat yang tidak diselisihi yang lain maka kita mengambil pendapatnya dan jika mereka berbeda pendapat maka kami mengambil sebagian pendapat mereka. Kami tidak akan keluar dari pendapat mereka secara keseluruhan." (Al-Madkhal Ilas Sunan Al-Kubra: 110 dari Intishar li Ahlil Hadits: 78].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula Muhammad bin Al Hasan mengatakan: "Ilmu itu empat macam, pertama apa yang terdapat dalam kitab Allah atau yang serupa dengannya, kedua apa yang terdapat dalam Sunnah Rasulullah atau yang semacamnya, ketiga apa yang disepakati oleh para shahabat Nabi atau yang serupa dengannya dan jika mereka berselisih padanya, kita tidak boleh keluar dari perselisihan mereka …, keempat apa yang diangap baik oleh para ahli fikih atau yang serupa dengannya. Ilmu itu tidak keluar dari empat macam ini." (Intishar li Ahlil Hadits: 31)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karenanya Ibnu Taimiyyah berkata: "Setiap pendapat yang dikatakan hanya oleh seseorang yang hidup di masa ini dan tidak pernah dikatakan oleh seorangpun yang terdahulu, maka itu salah." Imam Ahmad mengatakan: "Jangan sampai engkau mengeluarkan sebuah pendapat dalam sebuah masalah yang engkau tidak punya pendahulu padanya." (Majmu' Fatawa: 21/291)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu -wallahu a'lam- karena Nabi bersabda:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah melindungi umatku untuk berkumpul di atas kesesatan." (Hasan, HR Abu Dawud no:4253, Ibnu Majah:395, dan Ibnu Abi Ashim dari Ka'b bin Ashim no:82, 83 dihasankan oleh As Syaikh al Albani dalam Silsilah As- Shahihah:1331]&lt;br /&gt;Jadi tidak mungkin dalam sebuah perkara agama yang diperselisihkan oleh mereka, semua pendapat adalah salah. Karena jika demikian berarti mereka telah berkumpul di atas kesalahan. Karenanya pasti kebenaran itu ada pada salah satu pendapat mereka, sehingga kita tidak boleh keluar dari pendapat mereka. Kalau kita keluar dari pendapat mereka, maka dipastikan salah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah di atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Tidak melakukan taqlid atau ta'ashshub (fanatik) madzhab.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya)." (Al-A'raf: 3)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (Al-Hasyr: 7)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan jelas ayat di atas menganjurkan untuk mengikuti apa yang diturunkan Allah baik berupa Al Qur'an atau hadits. Maka ucapan siapapun yang tidak sesuai dengan keduanya berarti harus ditinggalkan. Imam Syafi'i mengatakan: "Kaum muslimin bersepakat bahwa siapapun yang telah jelas baginya Sunnah Nabi maka dia tidak boleh berpaling darinya kepada ucapan seseorang, siapapun dia." (Sifat Shalat Nabi: 50)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula kebenaran itu tidak terbatas pada pendapat salah satu dari Imam madzhab yang empat. Selain mereka, masih banyak ulama yang lain, baik yang sezaman atau yang lebih dulu dari mereka. Ibnu Taimiyah mengatakan: "Sesungguhnya tidak seorangpun dari ahlussunnah mengatakan bahwa kesepakatan empat Imam itu adalah hujjah yang tidak mungkin salah. Dan tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa kebenaran itu terbatas padanya dan bahwa yang keluar darinya berarti batil. Bahkan jika seorang yang bukan dari pengikut Imam-imam itu seperti Sufyan Ats Tsauri, Al Auza'i, Al Laits bin Sa'ad dan yang sebelum mereka atau Ahlul Ijtihadyang setelah mereka mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi pendapat Imam-imam itu, maka perselisihan mereka dikembalikan kepada Allah I dan Rasul-Nya, dan pendapat yang paling kuat adalah yang berada di atas dalil." (Minhajus Sunnah: 3/412 dari Al Iqna': 95).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, ta'ashshub (fanatik) pada madzhab akan menghalangi seseorang untuk sampai kepada kebenaran. Tak heran kalau sampai ada dari kalangan ulama madzhab mengatakan: "Setiap hadits yang menyelisihi madzhab kami maka itu mansukh (terhapus hukumnya) atau harus ditakwilkan (yakni diarahkan kepada makna yang lain)."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya madzhablah yang menjadi ukuran kebenaran bukan ayat atau hadits. Bahkan ta'ashub semacam itu membuat kesan jelek terhadap agama Islam sehingga menghalangi masuk Islamnya seseorang sebagaimana terjadi di Tokyo ketika beberapa orang ingin masuk Islam dan ditunjukkan kepada orang-orang India maka mereka menyarankan untuk memilih madzhab Hanafi. Ketika datang kepada orang-orang Jawa atau Indonesia mereka menyarankan untuk memilih madzhab Syafi'i. Mendengar jawaban-jawaban itu mereka sangat keheranan dan bingung sehingga sempat menghambat dari jalan Islam [Lihat Muqaddimah Sifat Shalat Nabi hal: 68 edisi bahasa Arab)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Waspada dari para da'i jahat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jahat yang dimaksud bukan dari sisi kriminal tapi lebih khusus adalah dari tinjauan keagamaan. Artinya mereka yang membawa ajaran-ajaran yang menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, sedikit atau banyak. Di antara ciri-ciri mereka adalah yang suka berdalil dengan ayat-ayat yang belum begitu jelas maknanya untuk bisa mereka tafsirkan semau mereka. Dengan itu mereka maksudkan menebar fitnah yakni menyesatkan para pengikutnya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Adapun yang dalam hatinya terdapat penyelewengan (dari kebenaran) maka mereka mengikuti apa yang belum jelas dari ayat-ayat itu, (mereka) inginkan dengannya fitnah dan ingin mentakwilkannya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah." (Ali-Imran: 7)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir mengatakan: "Menginginkan fitnah artinya ingin menyesatkan para pengikutnya dengan mengesankan bahwa mereka berhujjah dengan Al Qur'an untuk (membela) bid'ah mereka padahal Al Qur'an itu sendiri menyelisihinya. Ingin mentakwilkannya artinya menyelewengkan maknanya sesuai dengan apa yang mereka inginkan." (Tafsir Ibnu Katsir: 1/353]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Memilih guru yang dikenal berpegang teguh kepada Sunnah Nabi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Dalam berakidah, beribadah, berakhlak dan mu'amalah. Hal itu karena urusan ilmu adalah urusan agama sehingga tidak bisa seseorang sembarangan atau asal comot dalam mengambilnya tanpa peduli dari siapa dia dapatkan karena ini akan berakibat fatal sampai di akhirat kelak. Maka ia harus tahu siapa yang akan ia ambil ilmu agamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan sampai dia ambil agamanya dari orang yang memusuhi Sunnah atau memusuhi Ahlussunnah atau tidak pernah diketahui belajar akidah yang benar karena selama ini yang dipelajari adalah akidah-akidah yang salah atau mendapat ilmu hanya sekedar hasil bacaan tanpa bimbingan para ulama Ahlussunnah. Sangat dikhawatirkan, ia memiliki pemahaman-pemahaman yang salah karena hal tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang tabi'in bernama Muhammad bin Sirin mengatakan: "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian." Beliau juga berkata: "Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid'ah lalu menolak haditsnya." (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Shalallahu 'alayhi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;"Keberkahan itu berada pada orang-orang besar kalian." (Shahih, HR. Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas, dalam kitab Jami' Bayanul Ilm hal:614 dengan tahqiq Abul Asybal, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami':2887 dan As Shahihah:1778)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam ucapan Abdullah bin Mas'ud:&lt;br /&gt;"Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka, jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka, maka mereka akan binasa." Diriwayatkan pula yang semakna dengannya dari shahabat Umar bin Khattab. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam Jami' Bayanul Ilm hal: 615 dan 616, tahqiq Abul Asybal dan dishahihkan olehnya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Abdil Bar menukilkan dari sebagian ahlul ilmi (ulama) maksud dari hadits di atas: "Bahwa yang dimaksud dengan orang-orang kecil dalam hadits Umar dan hadits-hadits yang semakna dengannya adalah orang yang dimintai fatwa padahal tidak punya ilmu. Dan orang yang besar artinya yang berilmu tentang segala hal. Atau yang mengambil ilmu dari para shahabat." (Lihat Jami' Bayanil Ilm: 617).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Tidak mengambil ilmu dari sisi akal atau rasio&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Karena agama ini adalah wahyu dan bukan hasil penemuan akal. Allah berkata kepada Nabi-Nya:&lt;br /&gt;"Katakanlah (Ya, Muhammad): 'sesungguhnya aku memberi peringataan kepada kalian dengan wahyu.'." (Al-Anbiya: 45)&lt;br /&gt;"Dan tidaklah yang diucapkan itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (An-Najm: 3-4)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh berbeda antara wahyu yang bersumber dari Allah Dzat yang Maha Sempurna yang sudah pasti wahyu tersebut memiliki kesempurnaan, dibanding akal yang berasal dari manusia yang bersifat lemah dan yang dihasilkannya pun lemah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi tidak boleh bagi siapapun meninggalkan dalil yang jelas dari Al Qur'an ataupun hadits yang shahih karena tidak sesuai dengan akalnya. Seseorang harus menundukkan akalnya di hadapan keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ali bin Abi Thalib berkata: "Seandainya agama ini dengan akal maka tentunya bagian bawah khuf (semacam kaos kaki yang terbuat dari kulit) lebih utama untuk diusap (pada saat berwudhu-red) daripada bagian atasnya. Dan sungguh aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas khuf-nya." (shahih, HR Abu Dawud dishahihkan As-Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no:162).&lt;br /&gt;Pada ucapan beliau ada keterangan bahwa dibolehkan seseorang mengusap bagian atas khuf-nya atau kaos kaki atau sepatunya ketika berwudhu dan tidak perlu mencopotnya jika terpenuhi syaratnya sebagaimana tersebut dalam buku-buku fikih. Yang jadi bahasan kita disini adalah ternyata yang diusap justru bagian atasnya, bukan bagian bawahnya. Padahal secara akal yang lebih berhak diusap adalah bagian bawahnya karena itulah yang kotor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini menunjukkan bahwa agama ini murni dari wahyu dan kita yakin tidak akan bertentangan dengan akal yang sehat dan fitrah yang selamat. Masalahnya, terkadang akal tidak memahami hikmahnya, seperti dalam masalah ini. Bisa jadi syariat melihat dari pertimbangan lain yang belum kita mengerti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan sampai ketidakmengertian kita menjadikan kita menolak hadits yang shahih atau ayat Al Qur'an yang datang dari Allah yang pasti membawa kebaikan pada makhluk-Nya. Hendaknya kita mencontoh sikap Ali bin Abi Thalib di atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abul Mudhaffar As Sam'ani menerangkan Akidah Ahlussunnah, katanya: "Adapun para pengikut kebenaran mereka menjadikan Kitab dan Sunnah sebagai panutan mereka, mencari agama dari keduanya. Adapun apa yang terbetik dalam akal dan benak, mereka hadapkan kepada Kitab dan Sunnah. Kalau mereka dapati sesuai dengan keduanya mereka terima dan bersyukur kepada Allah yang telah memperlihatkan hal itu dan memberi mereka taufik. Tapi kalau mereka dapati tidak sesuai dengan keduanya mereka meninggalkannya dan mengambil Kitab dan Sunnah lalu menuduh salah terhadap akal mereka. Karena sesungguhnya keduanya tidak akan menunjukkan kecuali kepada yang haq (kebenaran), sedangkan pendapat manusia kadang benar kadang salah." (Al-Intishar li Ahlil Hadits: 99)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnul Qoyyim menyimpulkan bahwa pendapat akal yang tercela itu ada beberapa macam:&lt;br /&gt;a. Pendapat akal yang menyelisihi nash Al Qur'an atau As Sunnah.&lt;br /&gt;b. Berbicara masalah agama dengan prasangka dan perkiraan yang dibarengi dengan sikap menyepelekan mempelajari nash-nash, serta memahami dan mengambil hukum darinya.&lt;br /&gt;c. Pendapat akal yang berakibat menolak asma' (nama) Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya dengan teori atau qiyas yang batil yang dibuat oleh para pengikut filsafat.&lt;br /&gt;d. Pendapat yang mengakibatkan tumbuhnya bid'ah dan matinya Sunnah.&lt;br /&gt;e. Berbicara dalam hukum-hukum syariat sekedar dengan anggapan baik dan prasangka.&lt;br /&gt;Adapun pendapat akal yang terpuji, secara ringkas adalah yang sesuai dengan syariat dengan tetap mengutamakan dalil syariat. (lihat, I'lam Muwaqqi'in: 1/104-106, Al- Intishar: 21,24, dan Al Aql wa Manzilatuhu)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Menghindari perdebatan dalam agama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi Shalallahu 'alayhi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;"Tidaklah sebuah kaum sesat setelah mereka berada di atas petunjuk kecuali mereka akan diberi sifat jadal (berdebat). Lalu beliau membaca ayat, artinya: 'Bahkan mereka adalah kaum yang suka berbantah-bantahan'." (Hasan, HR Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahili, dihasankan oleh As Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami' no: 5633)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab mengatakan: "Di antara sesuatu yang diingkari para Imam salafus shalih adalah perdebatan, berbantah-bantahan dalam masalah halal dan haram. Itu bukan jalannya para Imam agama ini." (Fadl Ilm Salaf 57 dari Al-Intishar: 94).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Abil Izz menerangkan makna mira' (berbantah-bantahan) dalam agama Allah adalah membantah ahlul haq (pemegang kebenaran) dengan menyebutkan syubhat-syubhat ahlul bathil, dengan tujuan membuat keraguan padanya dan menyimpangkannya. Karena perbuatan yang demikian ini mengandung ajakan kepada kebatilan dan menyamarkan yang hak serta merusak agama Islam. (Syarh Aqidah Thahawiyah: 313)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karenanya Allah memerintahkan berdebat dengan yang paling baik. Firman-Nya:&lt;br /&gt;"Ajaklah kepada jalan Rabb-Mu dengan hikmah, mau'idhah (nasihat) yang baik dan berdebatlah dengan yang paling baik." (An-Nahl: 125).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama menerangkan bahwa perdebatan yang paling baik bisa terwujud jika niat masing-masing dari dua belah pihak baik. Masalah yang diperdebatkan juga baik dan mungkin dicapai kebenarannya dengan diskusi. Masing-masing beradab dengan adab yang baik, dan memang punya kemampuan ilmu serta siap menerima yang haq jika kebenaran itu muncul dari hasil perdebatan mereka. Juga bersikap adil serta menerima kembalinya orang yang kembali kepada kebenaran. (lihat rinciannya dalam Mauqif Ahlussunnah 2/587-611 dan Ar-Rad 'Alal Mukhalif hal:56-62).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perdebatan para shahabat dalam sebuah masalah adalah perdebatan musyawarah dan nasehat. Bisa jadi mereka berselisih dalam sebuah masalah ilmiah atau amaliah dengan tetap bersatu dan berukhuwwah. (Majmu' Fatawa 24/172)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah beberapa rambu-rambu dalam mengambil ilmu agama sebagaimana terdapat dalam Al Qur'an maupun hadits yang shahih serta keterangan para ulama. Kiranya itu bisa menjadi titik perhatian kita dalam kehidupan beragama ini, sehingga kita berharap bisa beragama sesuai yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=67"&gt;&lt;em&gt;http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=67&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-6224754598327430403?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/6224754598327430403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/03/prinsip-prinsip-mengkaji-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/6224754598327430403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/6224754598327430403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/03/prinsip-prinsip-mengkaji-agama.html' title='PRINSIP-PRINSIP MENGKAJI AGAMA'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-7553453921787765461</id><published>2010-02-18T01:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T01:14:15.656-08:00</updated><title type='text'>Hak Seorang Ayah...</title><content type='html'>Rasulullah Saw pernah berkata kepada seseorang, "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu." (Asy-Syafi'i dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;Terdapat satu riwayat yang cukup panjang berkaitan dengan hal ini. Dari Jabir Ra meriwayatkan, ada laki-laki yang datang menemui Nabi Saw dan melapor. Dia berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ...." "Pergilah Kau membawa ayahmu kesini", perintah beliau. Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata: "Ya, Muhammad, Allah 'Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh teliganya. Ketika orang tua itu tiba, maka nabi pun bertanya kepadanya: "Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?" Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya, atau untuk keperluan saya sendiri?" Rasulullah bersabda lagi: "Lupakanlah hal itu. Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu!" Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata: "Demi Allah, ya Rasulullah, dengan ini Allah Swt berkenan menambah kuat keimananku dengan ke-Rasul-anmu. Memang saya pernah menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya ..." Nabi mendesak: "Katakanlah, aku ingin mendengarnya." Orang tua itu berkata dengan sedih dan airmata yang berlinang: "Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini: 'Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita. Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang..., kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku, seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu ..., seakanakan kesejukann bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.' Selanjutnya Jabir berkata: "Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata: "Engkau dan hartamu milik ayahmu!" (HR. At-Thabarani dalam "As-Saghir" dan Al-Ausath).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-7553453921787765461?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/7553453921787765461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/02/hak-seorang-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/7553453921787765461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/7553453921787765461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2010/02/hak-seorang-ayah.html' title='Hak Seorang Ayah...'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-568180766418772478</id><published>2009-05-14T11:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T11:03:05.553-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia. 2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia. 3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;1.    Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;2.    Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;3.    Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;4.    Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;5.    Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-568180766418772478?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/568180766418772478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/05/mabuk-dalam-cinta-terhadap-allah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/568180766418772478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/568180766418772478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/05/mabuk-dalam-cinta-terhadap-allah.html' title='MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-4113485803445646229</id><published>2009-05-14T10:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T10:52:56.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kelebihan Ayat Kursi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."&lt;br /&gt;Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."&lt;br /&gt;Umat-umat dahulu hanya sedikit sahaja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah ditearngkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di samping itu kita diberi pahala.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-4113485803445646229?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/4113485803445646229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/05/kelebihan-ayat-kursi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4113485803445646229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4113485803445646229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/05/kelebihan-ayat-kursi.html' title='Kelebihan Ayat Kursi'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-7667747611593434865</id><published>2009-03-21T21:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T01:14:43.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diskusi'/><title type='text'>Apakah benar Bumi mengelilingi Matahari???</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Diskusi yuk!!!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menurut Antum-antum sekalian,Bumi yang mengelilingi Matahari, atau Matahari yang mengelilingi Bumi??dan mengapa antum-antum sekalian memilih jawaban itu??&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pasti kebanyakan dari kita akan menjawab, "ya Bumilah yang mengelilingi matahari, kaya ga pernah sekolah ajah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits!!!Nanti dulu...memang benar di buku2 Fisika atau IPA SD, SMP, dan SMA menyatakan bahwa matahari adalah pusat tatasurya,dan Bumi mengelilingi matahari...tpi, kalau anda mengaku Islam,jangan main terima aja informasi itu... Antum sekalian hrus membuktikan jawaban yg antum utarakan... ja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ngan bilang, "kan sudah dibuktikan oleh ilmuan trdahulu!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau memang sudah dibuktikan, apa yg bisa secara 100% membuktikan kebenaran itu?? apakah antum sekalian sudah prnah kluar Bumi dan melihat secara langsung?? Pasti blum...&lt;br /&gt;apakah hanya dengan Satelit b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;isa membuktikan secara 100%,dan meyakinkan bahwa itu bukan rekayasa umat manusia??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketahuilah SOBAT...&lt;br /&gt;di dalam Al Qur'an Nul Qariim,smpe skrang ane lum menemukan ayat yg menyatakan klo Bumi itu punya lintasan dan beredar dan berputar... Tetapi sudah banyak sekali ayat yang menyatakan kalo Matahari dan Bulan itu punya garis edar dan Beredar pda porosnya menurut perhitungan waktu yg te&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;lah Allah SWT tentukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan cek Qur'an Surah :&lt;br /&gt;Ar Ra'd 13:2, Ibrahim 14:33, Al Anbiyaa' 21:33, Lukman 31:29, Faathir 35:13, Yaasin 36:38, Yaasin 36:40, Az Zumar 39:5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejauh ane meneliti Al Qur'an,ane lum mnemukan klo di Al Qur'an itu menyatakan bahwa bumi memiliki garis edar...&lt;br /&gt;mka dri itu,ane membuka diskusi ini,kalau ada yg menemukan,mhon beri tahu,ayat brapa dan bunyinya sperti apa...&lt;br /&gt;kita jangan sembarang perca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ya dengan doktrin yang dikluarkan oleh seorang yang tidak mengakui Al Qur'an,sperti penemu2 kafir...boleh kta prcaya,tpi bukan brarti menerima mentah2 yg sudah ada,kta hrus cermat wahai saudara ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ane ambil contoh dari smua ayat yg ane ksih tdi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Surat Yaasin [36] ayat 40,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bismillahirrahman Nirrahiim...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/ScXzBdp_HjI/AAAAAAAAABI/6ybSLqODYk8/s1600-h/Yaasin+40.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 404px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/ScXzBdp_HjI/AAAAAAAAABI/6ybSLqODYk8/s320/Yaasin+40.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315922141646888498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;malampun tidak d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jdi intinya, bukannya ane mnyimpulkan Matahari mengelilingi bumi, ataupun sebalikny...justru ane ga tau yg sbenarny,makany ane buka diskusi ini...mungkin dari Ikhwah fillah sekalian ada yg bisa mnjawab dngan seyakin2nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lgi,diskusi ini ane buat tidak utk mnjtuhkan sypa2...jdi yg ingin brkomentar, diharap gunakan bahasa yg layak!!!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukron wa jazakumullah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-7667747611593434865?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/7667747611593434865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/apakah-benar-bumi-mengelilingi-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/7667747611593434865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/7667747611593434865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/apakah-benar-bumi-mengelilingi-matahari.html' title='Apakah benar Bumi mengelilingi Matahari???'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/ScXzBdp_HjI/AAAAAAAAABI/6ybSLqODYk8/s72-c/Yaasin+40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-143167296650334444</id><published>2009-03-21T21:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T21:41:28.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Apakah ISLAM UNIVERSAL? Adilkah Allah SWT,mengapa kita dilahirkan dalam keadaan muslim??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;apakah islam UNIVERSAL??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya."(QS. Ali Imran:19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kalau kita yakin adanya Alam di luar BUMI,sprti GALAKSI,Bintang,dll...tidakkah engkau brfikir adakah yg mnciptakan smua itu??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;renungkanlah,apakah mungkin seekor nyamuk purba,atau bakteri sekcil apapun,atau sel2 yg ada di dalam tubuh kta,trcipta dgn sndiriny??klau tdak,bgaimana dengan alam jagad raya yg besarny wallahua'lam bishowab,hanya Allah yg mengetahuiny...apakah mungkin tercipta dgn sndiriny??jawabannya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;TIDAK!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan."(QS. AlBaqarah:164)msih bnyak lgi ayat2 AlQur'an yg mnyatakn bhwa Allah-lah yg mnciptkn lngit &amp;amp; bumi dalam beberapa masa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dgn bukti yg demikian,apakah engkau masih memungkiri bahwa ISLAM adalah agama yg UNIVERSAL??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ISLAM,dengan Allah sbagai TUHAN yg mnciptakn alam semesta dalam 6 masa(QS. Al 'Araaf:54),sudah sngat jelas...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;mungkinkah seorang manusia,bsa mncptakn manusia lainny,atau bahkan ALAM SEMESTA dalam 6 masa(masa d sini mksudny hari),jdi Allah mncptkn alam smsta dalam 6 hari...Atau bahkan berhala(patung)yg dicptkan mnusia,mampu mncptkan apa yg mncptakanny...mksdny,mampukh patung mncptakan manusia,yg membuat patung itu sndiri??jawabanny MUSTAHIL!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;selama kta msih menginjakan kaki di BUMI ini,atau di alam smsta ini,maka kta WAJIB TUNDUK TRHADAP PRINTAH ALLAH!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jdi,dgn pnjelasan yg pnjang lebar itu,sudah membuktikn bahwa ISLAM adalah AGAMA YG UNIVERSAL,karena ISLAM tidak hanya dperuntukkan bagi orang ARAB saja,tetapi SELURUH UMAT MANUSIA,WAJIB...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;utk prtnyaan k2,mngpa kita dilahirkn dalam keadaan ISLAM??mengapa kta tdak dlahirkn dlam keadaan kafir atau apapun??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;HIDAYAH itu datangny dari ALLAH SWT,,,jdi mw kta dilahirin ISLAM,mw YAHUDI, mw KRISTIAN,atau APAPUN ITU, setelah ilmu pengetahuan dan akal datang kepada mu,maka hukumnya WAJIB!! untuk mencari tahu...asal engkau tau wahai sahabat,Nabi Musa AS. lahir di golongan orang yg tidak kenal ISLAM sama2 sekali,sperti FIR'AUN &amp;amp; pengikutny,tpi Beliau mnjadi Nabi &amp;amp; Rasul pilihan Allah...MENGAPA??karena Beliau mencari KEBENARAN...apa buktinya??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah kepadaku agar aku dapat melihat Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap brdiri kokoh di tempatnya niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu , dijadikannya gunung itu hancur lebur dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.""(QS. Al 'Araaf:143)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;disaat Beliau dilanda kebingungan,beliau mnuju ke Gunung Turshina,lalu beliau meminta kpda Tuhan agar Tuhan menampakkan diriny,supaya Beliau prcaya adanya Tuhan,nmun,Allah mnjawab,"maka kmu sekali2 tidak akan sanggup melihat Ku wahai Musa,tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap brdiri kokoh di tempatnya niscaya kamu dapat melihat-Ku", dgn seketika itu jga,Gunung itu takut kpada Allah ktika Allah hndak mnampakkan diri-Nya,dan HANCUR LEBUR-LAH GUNUNG itu...Gunung yg BESAR saja,yg sangat kokoh Allah ciptakan,sangat takut dgn Allah,bgaimana manusia yg sangat lemah????hanya dngan mnyaksikn Gunung hancur saja sudah jtuh Pingsan...itulah wahai sdraku seiman...jnganlah sekali2 ragu trhadap apa yg sudah Allah berikn kpada kita,yakni berupa OTAK dan AKAL...manfaatknlah akal pkiran kta utk mncari kbenaran yg HAKIKI...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya."(QS. Ali Imran:19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;mksudny orang2 yg telah diberi Alkitab(mksudny para pndeta)tdak akan berselisih satu sama lain,kcuali ktika pengetahuan sudah datang kpda mreka.Jdi ktika seorang Pndeta sudah mndapat pngetahuan tntang Islam,maka dya akan mncoba mngkaji dgn Injilny,benarkah??salahkah??tpi kebanyakan pndeta,tidak menemukan kebenaran dalam Islam,karena kedengkian mereka sndiri trhadap ISLAM.coba pikir,ketika seorang sudah memfonis,ah INI SALAH!!maka dengan sifat dengki itulah yg akan menutup dirinya dengan kebenaran...harusny,bila seorang cerdas emosionalny,dya tdak akan lngsung memfonis,ini salah tnpa ada prtimbangan dan pengkajian lbih lanjut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;bahkan ga usah Heran,banyak Pndeta tinggi yg masuk ISLAM,setelah mengkaji dgn benar apa itu ISLAM??tpi tak heran pula,ada orang Islam,yg kategori imannya lemah,sudah tertutup hatiny masuk Kristian hanya karena ekonomi, gengsi, dll...wallahua'lam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jdi,mw dilahirkn dalam keadaan apapun,setelah Ilmu, Akal &amp;amp; pikiran sudah bsa digunakan,maka WAJIB HUKUMNY Mncari kbenaran...jujur,ane wktu kcil,juga prnah mikir,ngapain sih solat,cape2...enakan orang Kristen,ga solat,cuma Minggu aja prginy...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ASTAGHFIRULLAH HAL'ADZIIM...smoga Allah mengampuni dosa2 ane...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ga usah heran klo orang trlahir dalam keadaan Islam,tpi ketika dewasa,dy mlah msuk Kristen,krena dy tdak memanfaatkn Akalny utk mncari kebenaran...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Allah sudah memerintahkn kita utk Mncari kebenaran dengan diturunkanny AlQur'an NulQariim...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dan mereka berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani". Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar."(QS. Al Baqarah:111)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Allah menyuruh kaum Yahudi &amp;amp; Nasrani utk menunjukkan kebenaran yg ada pda diri mreka...NYATANYA????pernahkah SEPANJANG SEJARAH UMAT MANUSIA mendengar kabar bahwa ada kesalahan dalam AlQur'an atau menemukan KESALAHAN dalam AlQur'an NulQariim?????????kcuali hanya salah dalam percetakan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ane pernah mengkaji Injil prjanjian lama,dan bru beberapa halaman ane baca,banyak sekali pertentangan...seperti Yesus brkata dy anak Tuhan(ane lupa surat ap),lalu di surat lain lgi dy brkata bahwa,"smua umat mnusia adalah anak tuhan dalam keadaan sesat,maka Yesus datang utk menyelamatkn mreka".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kalau diambil ksimpulan,Yesus yg menganggap diriny anak tuhan dianggap Tuhan,lalu akan ada bnyak sekali Tuhan di mana2,karena smua Manusia adalah tuhan...Bner ga??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;coba deh tlong pkirkn lagi...buat temen2 yg bergulat di dunia filusufikritikus,sebelum engkau mengkritik ilmu filsafat,atau apapun itu,sudah maksimalkah engkau mengkaji semua agama dan kitab yg ada????????kalau belum,maka jawabany hanya satu...silahkan kaji dulu sebelum mengkritik sesuatu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Mereka lahir dalam keadaan Non Islam bukan keinginan mereka." Memang benar,maka dari itu Allah mewajibkn kta smua(SELURUH UMAT MANUSIA)utk mncari kebenaran yg HAKIKI!!! dgn diturunknnya AlQur'an,dan dengan dipilihnya Muhammad(Allahuma Shalli Wassalim 'Alaih)Salallahu'Alaihi Wassalam sebagai Rasul &amp;amp; sbagai pemberi peringatan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;So,for the FINAL QUEST,"do you Still thinking that ISLAM is not fair and not UNIVERSAL??"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;LAYAK KAH KITA BERTANYA "APAKAH ALLAH ITU MAHA ADIL?" SETELAH SEKIAN BANYAK NIKMAT YG DIBERI-NYA,MULAI DRI NIKMAT BSA BRNAFAS,coba byangkn,kalau saja Allah iseng sdikit dgn mnghilangkn oksigen di muka Bumi ini????masih bsakah kta HIDUP???pdahal yg sperti itu SANGATLAH MUDAH BAGI ALLAH 'AZA WA JALLA...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tetapi kebanyakan dri mereka tdak menyadari...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;WALLAHUA'LAM BISHOWAB...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;HANYA ALLAH-LAH YANG MAHA TAU,ane hanya sekedar ingin memperjelas...tidak ada mksud apa2...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/21246868"&gt;&lt;img src="http://photos-p.friendster.com/photos/86/86/21246868/1_495243123l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-143167296650334444?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/143167296650334444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/apakah-islam-universal-adilkah-allah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/143167296650334444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/143167296650334444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/apakah-islam-universal-adilkah-allah.html' title='Apakah ISLAM UNIVERSAL? Adilkah Allah SWT,mengapa kita dilahirkan dalam keadaan muslim??'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-9047315325307546153</id><published>2009-03-21T18:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T18:25:12.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amal'/><title type='text'>Apa itu Ikhlas??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;apa itu ikhlas??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ikhlas adalah sikap kta mengambil resiko dengan lapang dada(tidak iri dengki atau penyakit hati apapun),dan percaya bahwa Allah akan memberi pengganti yg jauh lebih Baik lgi,dri apa yg kta korbankan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;memang utk sbagian orang,ikhlas itu tidak mudah,karena mungkin mreka tidak yakin akan KEBESARAN ILLAHI RABBI,bahwa Allah adalah yang maha adil...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',"&lt;/span&gt;(QS. Al Baqarah 2:45)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sebelum,kta ikhlas,harus kta tanamkn dlu pda diri kta kepercayaan bahwa Allah itu MAHA ADIL...dengan begitu InsyaAllah,kta akan yakin bhwa Allah itu maha ADIL dan pasti kta akan brpikir bahwa Allah akan memberi pngganti dengan yg JAUUUH lbih baik dri ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;InsyaAllah,kta bsa ikhlas spenuh hati...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;tinggal penerapannya aj...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;wallahua'lam bishowab...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-9047315325307546153?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/9047315325307546153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/apa-itu-ikhlas.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/9047315325307546153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/9047315325307546153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/apa-itu-ikhlas.html' title='Apa itu Ikhlas??'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-4882409587095082200</id><published>2009-03-21T16:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T16:39:25.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika'/><title type='text'>sahabat sejati itu seperti apa??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/ScV6Yz6ea7I/AAAAAAAAAA4/CoMYPUHVlSA/s1600-h/1186831840ljo7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/ScV6Yz6ea7I/AAAAAAAAAA4/CoMYPUHVlSA/s320/1186831840ljo7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315789501851659186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  id="ln0" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sahabat sejati??seperti apa sahabat sejati itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div  id="ln2" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mnurut ane sahabat sejati itu, yang bsa membwa pengaruh baik pda diri kta...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div  id="ln4" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sbagaimna sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div  id="ln5" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;"seseorang bisa terpengaruh oleh agama teman karibnya. Oleh sebab itu perhatikanlah dengan syapa kalian bergaul."&lt;/i&gt;(HR. Abu Dawud &amp;amp; At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div  id="ln7" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jdi sahabat sejati itu adalah yg bisa mengingatkn kta klo kta mlakukn salah (mengingatknya tdak d dpan umum,karena Imam Syafi'i brkata,"bila seseorang menasehati orang lain d dpan umum,maka ia telah mempermalukannya, nmun bila ia menasehati scara diam2,maka ia telah menasehatinya"), yg bsa diajak share, yg kta brikan kpercayaan lbih dri teman yg lain, yg bsa menjaga nama baik kta dan mnutup aib kta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div  id="ln9" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;"Barang siapa melepaskan kesusahan seorang muslim di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa yang memudahkan orang yang sedang kesusahan niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim,maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya yang suka menolong saudaranya."&lt;/i&gt;(HR. Muslim &amp;amp; Abu Hurairah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-4882409587095082200?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/4882409587095082200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/sahabat-sejati-itu-seperti-apa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4882409587095082200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4882409587095082200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/sahabat-sejati-itu-seperti-apa.html' title='sahabat sejati itu seperti apa??'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/ScV6Yz6ea7I/AAAAAAAAAA4/CoMYPUHVlSA/s72-c/1186831840ljo7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-9012698381935470871</id><published>2009-03-14T07:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:13:40.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah Batu yg menyelamatkan dri api neraka</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam sebuah hadis menceritakan, pada zaman dahulu ada seorang lelaki wukuf di Arafah. Dia berhenti di lapangan luas itu. Pada waktu itu orang sedang melakukan ibadat haji. Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang sangat penting. Bahkan wukuf di Arafah itu disebut sebagai haji yang sebenarnya kerana apabila seorang itu berwukuf di padang Arafah dianggap hajinya telah sempurna walaupun yang lainnya tidak sempat dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sabda Rasulullah mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    "Alhajju Arafat" (Haji itu wukuf di Arafah) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Rupanya lelaki itu tadi masih belum mengenali Islam dengan lebih mendalam. Masih dalam istilah 'muallaf'. Semasa dia berada di situ, dia telah mengambil tujuh biji batu lalu berkata pada batu itu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    "Hai batu-batu, saksikanlah olehmu bahawa aku bersumpah bahawa tidak ada tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Setelah dia berkata begitu dia pun tertidur di situ. Dia meletakkan ketujuh-tujuh batu itu di bawah kepalanya. Tidak lama kemudian dia bermimpi seolah-olah telah datang kiamat. Dalam mimpi itu jyga dia telah diperiksa segala dosa-dosa dan pahalanya oleh Tuhan. Setelah selesai pemeriksaan itu ternyata dia harus masuk ke dalam neraka. Maka dia pun pergi ke neraka dan hendak memasuki salah satu daripada pintu-pintunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tiba-tiba seketika batu kecil yang dikumpulnya tadi datang dekat pintu neraka tersebut. Tetapi mereka tidak sanggup rupanya. Malaikat azab telah berada di situ. Semua malaikat itu menolaknya masuk ke pintu neraka tersebut. Tapi sanggup rupanya. Kemudian dia pun pergi ke pintu lain. Para malaikat itu tetap berusaha hendak memasukkannya ke dalam neraka tapi tidak berjaya kerana batu mengikut ke mana sahaja dia pergi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Akhirnya habislah ketujuh pintu neraka didatanginya. Para malaikat yang bertindak akan menyiksa orang-orang yang masuk neraka berusaha sekuat tenaga untuk menolak lelaki itu dalam neraka tetapi tidak berjaya. Sampai di pintu neraka nombor tujuh, neraka itu tidak mahu menerimanya kerana ada batu yang mengikutinya. Ketujuh-tujuh batu itu seolah-olah membentengi lelaki itu daripada memasuki neraka. Kemudian dia naik ke Arasy di langit yang ketujuh. Di situlah Allah berfirman yang bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    "Wahai hambaku, aku telah menyaksikan batu-batu yang engkau kumpulkan di padang Arafah. Aku tidak akan menyia-nyiakan hakmu. Bagaimana aku akan menyia-nyiakan hakmu sedangkan aku telah menyaksikan bunyi 'syahadat' yang engkau ucapkan itu. Sekarang masuklah engkau ke dalam syurga."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebaik sahaja dia menghampiri pintu syurga itu, tiba-tiba pintu syurga itupun terbuka lebar. Rupanya kunci syurga itu adalah kalimat syahadat yang diucapkannya dahulu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-9012698381935470871?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/9012698381935470871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/kisah-batu-yg-menyelamatkan-dri-api.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/9012698381935470871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/9012698381935470871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/kisah-batu-yg-menyelamatkan-dri-api.html' title='Kisah Batu yg menyelamatkan dri api neraka'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-1167357774884231900</id><published>2009-03-14T07:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:10:59.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Sabda Rasul trhadap orang yg kurang amalnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Bacalah Al-Qur'an &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-1167357774884231900?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/1167357774884231900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/sabda-rasul-trhadap-orang-yg-kurang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/1167357774884231900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/1167357774884231900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/sabda-rasul-trhadap-orang-yg-kurang.html' title='Sabda Rasul trhadap orang yg kurang amalnya'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-4363499660689651475</id><published>2009-03-14T07:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:08:35.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Fitnah terhadap Aisyah binti Abu Bakar r.a.</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Assalamu'alaikum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillaahirabbil'alamin, Assholatuw wassalamu'ala asrofil 'ambiyya i walmurshalin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Barokallahuliwalakum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bismillaahirrahmannirrahiim...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Aisyah pernah mengalami fitnahan yang mengotori lembaran suci hidupnya, hingga turun ayat AlQur'an yang menerangkan kesucian dirinya. Kisahny bermula dari sini. Seperti biasa,sebelum berangkat perang,Rasulullah mengundi istrinya yang akan menyertainya berperang. Ternyata Undian jatuh kepada Aisyah,sehingga Aisyah yang menyertai beliau dalam perang Bani Almusthaliq.Saat itu bertepatan dengan turunnya perintah memakai hijab. Setelah perang selesai dan kaum muslimin memetik kemenangan, Rasulullah kembali ke Madinah. Ketika tentara islam sedang beristirahat di sebuah pelataran, Aisyah masih berada di dalam sekedup untanya. Pada malam harinya, Rasulullah mengizinkan rombongan berangkat pulang. ketika itu Aisyah pergi untuk hajatnya, dan kembali. Ternyata, kalung di lehernya jatuh dan hilang, sehingga dia keluar dari sekedup dan mencari-cari kalungnya yang hilang. Ketika pasukan siap berangkat, sekedup yang mereka angkat ternyata kosong. Mereka mengira Aisyah berada dalam sekedup. Setelah kalungnya ditemukan, Aisyah kembali ke pasukan. Namun alangkah kagetnya karena tidak ada seorangpun yang ia temukan. Aisyah tidak meninggalkan tempat itu, dan mengira penuntun unta akan tahu bahwa dirinya tidak berada di dalamnya. Sehingga mereka pun akan kembali ke tempat semula. Ketika Aisyah tertidur, lewatlah Shafwan bin Mu'thil yang terheran-heran melihat Aisyah tidur. Diapun mempersilahkan Aisyah menunggangi untanya dan dia menuntun di depannya. Berawal dari kejadian itulah fitnah tersebar,yang disulut oleh Abdullah bin Ubay bin Salul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika tuduhan itu sampai ke telinga Nabi, beliau mengumpulkan sahabat dan meminta pendapat mereka. Usamah bin Zaid berkata, "Ya Rasulullah, dia adalah keluargamu...yang kau ketahui hanyalah kebaikan semata." Ali juga berpendapat, "Ya Rasulullah, Allah tidak pernah mempersulit engkau. Banyak wanita selain dia." Dari perkataan Ali, ada pihak yang memperuncing masalah sehingga terjadilah pertentangan berkelanjutan antara Aisyah dan Ali. Mendengar pendapat-pendapat dari para sahabat Nabi, bertambah sedihlah Aisyah, terlebih lagi setelah dia melihat adanya perubahan sikap pada diri Nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika Aisyah sedang duduk-duduk bersama orang tuanya, Rasulullah menghampirinya dan bersabda, "Wahai Aisyah aku mendengar berita bahwa kau telah begini dan begitu. Jika engkau benar-benar suci, niscaya Allah akan menyucikanmu. AKan tetapi, jika engkau telah berbuat dosa, bertobatlah dengan penuh penyesalan, niscaya Allah akan mengampuni dosamu." Aisyah menjawab, "Demi Allah, aku tahu bahwa engkau telah mendengar kabar ini, dan ternyata engkau mempercayainya. Seandainya aku katakan aku tetap sucipun, niscaya hanya Allah yang mengetahui kesucianku, dan tentunya engkau tak akan mempercayaiku. Akan tetapi, jika aku mengakui perbuatan itu, sedangkan Allah mengetahui bahwa aku tetap suci, maka kau akan mempercayai perkataanku. Aku hanya dapat mengatakan apa yang dikatakan Nabi Yusuf AS, 'Maka bersabar itu lebih baik. Dan Allah pula yang akan menolong atas apa yang engkau gambarkan.'"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Aisyah sangat mengharapkan Allah menurunkan wahyu berkaitan dengan masalahnya, namun wahyu itu tak kunjung turun. Baru setelah beberapa saat, sebelum seorangpun meninggalkan rumah Rasulullah, wahyu yang menerangkan kesucian Aisyahpun turun kepada Beliau. Rasulullah pun segera menemui Aisyah dan berkata, "Hai Aisyah, Allah telah menyucikanmu dengan firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya azab yang besar."(Q.S. Annur:11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Demikianlah kemuliaan yang disandang Aisyah, sehingga bertambahlah kemuliaan dan keagungannya di hati Rasulullah SAW...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sudahkah anda (akhwat muslimah) mencontoh yang dicontohkan Aisyah Radiallahu'anhu utk bersabar walaupun cobaan yang dialami sebegitu beratnya...bahkan Rasulullah yang menjadi utusan Allah yg sangat mulia di mata Allah (insya Allah) menaruh curiga pada Istri kecintaan Beliau sendiri...mungkin jika anda yang mengalami hal demikian,anda sudah buru-buru minta cerai...Na'udzubillah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;semoga Allah melindungi pernikahan semua umat muslimin &amp;amp; muslimat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Amin Amin ya Rabbal'Alamin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;wallhua'lam bishowab...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;mhon dikoreksi bila ada kata-kata yang salah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-4363499660689651475?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/4363499660689651475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/fitnah-terhadap-aisyah-binti-abu-bakar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4363499660689651475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/4363499660689651475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/fitnah-terhadap-aisyah-binti-abu-bakar.html' title='Fitnah terhadap Aisyah binti Abu Bakar r.a.'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-653555186735760566</id><published>2009-03-14T06:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T06:42:18.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Kemuliaan Aisyah binti Abu Bakar r.a.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Assalamu'alaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmannirrahiim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Kecintaan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hati Rasulullah, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan itu tidak dialami oleh isteri-isteri beliau yang lain. Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta pertama yang terjadi dalam islam adalah cintanya Rasulullah kepada Aisyah radiallahu'anhu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat Tirmidzi dikisahkan,&lt;br /&gt;"Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah di hadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya, 'sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti isteri kecintaan Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga kisah lain yang menunjukkan besarnya cinta Nabi kepada Aisyah, dan itu sudah diketahui oleh kaum muslimin saat itu. oleh karena itu kaum muslimin senantiasa menanti-nanti datangnya hari giliran Rasulullah pada Aisyah sebagai hari untuk menghadiahkan sesuatu Nabi SAW.. Keadaan seperti itu menimbulkan kecemburuan di kalangan isteri Rasulullah lainnya. tentang hal itu Aisyah pernah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang2 berbondong2 memberi hadiah pda hari giliran Rasulullah padaku. Karena itu teman2ku (isteri Nabi yang lainnya) berkumpul di tempat ummu salamah. Mreka berkata, 'Hai Ummu salamah, demi Allah orang2 berbondong2 memberikan hadiah pada hari giliran Rasulullah di rumah Aisyah, sedangkan kita juga ingin memperoleh kebaikan sebagaimana yang diinginkan oleh Aisyah.' Melihat reaksi seperti itu, Rasulullah meminta kaum muslimin untuk memberikan hadiah kepada Beliau pada hari giliran isteri Rasulullah yang mana saja. Ummu Salamah pun telah menyatakan keberatan kepada Rasulullah. Dia berkata, 'Rasulullah berpaling dariku. Ketika Beliau mendatangi aku, aku pun kembali memperingatkan hal itu, tetapi Beliau berbuat hal yang serupa. ketika aku mengingatkan Beliau untuk yang ketiga kalinya, beliau tetap berpaling dariku, sehingga akhirnya Beliau bersabda, 'Demi Allah, wahyu tidak turun kepadaku selama aku berada di dekat kalian kecuali ketika aku dalam satu selimut bersama Aisyah.'"&lt;br /&gt;(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun perasaan cemburu istri2 Rasulullah terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu salamah berkata, Demi Allah, dia adalah manusia yang paling beliau cintai setelah ayahnya (Abu bakar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, Rasulullah ditanya oleh Amru bin 'Aash,"siapakah manusia yang paling engkau cintai?"Beliau menjawab, "Aisyah!" Umar bertanya lagi, "dan dari kalangan laki-laki?" Beliau menjawab, "ayahnya!"(Hadist muttafaqun 'alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Shafiyah binti Huhay (isteri Rasulullah)meminta kerelaan Rasulullah melalui Aisyah, yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah Radiallahu'anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu ketika Rasulullah enggan mendekati Shafiyah binti Huhay bin Ahthab. Karena itu Shafiyah berkata kepada Aisyah, 'Hai Aisyah,apakah engkau dapat merelakan Rasulullah kepadaku? Dan engkau akan akan mendapatkan hari bagianku.' Aisyah menjawab,'Ya!' Kemudian Aisyah mengambil kerudung yang ditetesi za'faran dan disiram dengan air agar lebih harum. Setelah itu dia duduk di sebelah Rasulullah, namun Beliau bersabda, 'ya Aisyah, menjauhlah engkau dariku. Hari ini bukan hari bagianmu.' Aisyah berkata, 'ini adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada dia yang dikehendaki-Nya.' Aisyahkemudian menceritakan duduk permasalahannya dan Rasulullahpun rela kepada Shafiyah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah rela. Dia menjaga agar jangan sampai Beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu salah satunya,dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat islam. Suatu ketika dia mendengar bahwa kaum wanita dari Hamash di Syam, mandi di tempat pemandian umum. Aisyah mendatangi mereka dan berkata,&lt;br /&gt;"Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, 'perempuan yang menanggalkan pakaiannya di rumah selain rumah suaminya maka dia telah membuka tabir penutup antara dia dengan Tuhannya.'"&lt;br /&gt;(HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita islam setelah Rasulullah wafat. Aisyah menentang perubahan tersebut dan berkata,&lt;br /&gt;"Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini), niscaya Beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul-Mukminin Aisyah r.a.. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang wafat, Rasulullah meminta izin pada istri2nya untuk beristirahat di rumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, "Merupakan kenikmatan bagiku, karena Rasulullah wafat dipangkuanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahkah Anda (akhwat muslimah) mencontoh yang dicontohkan Aisyah Radiallahu'anhu??silahkan introspeksi diri anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahua'lam bishowab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mhon dikoreksi bila ada kata-kata yang salah....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-653555186735760566?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/653555186735760566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/kemuliaan-aisyah-binti-abu-bakar-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/653555186735760566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/653555186735760566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/kemuliaan-aisyah-binti-abu-bakar-ra.html' title='Kemuliaan Aisyah binti Abu Bakar r.a.'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-8303924280439522626</id><published>2009-03-14T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T06:34:24.168-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>10 Pesan Allah kpda Nabi Musa AS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahawa aku telah memutuskan bahawa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·    Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;·     Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-8303924280439522626?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/8303924280439522626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/10-pesan-allah-kpda-nabi-musa-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/8303924280439522626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/8303924280439522626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/10-pesan-allah-kpda-nabi-musa-as.html' title='10 Pesan Allah kpda Nabi Musa AS'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-5711251436460905200</id><published>2009-03-12T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T22:51:14.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika'/><title type='text'>Cara Berkerudung yang benar...</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://muslimabipraya.files.wordpress.com/2007/12/jilbab_benar_03.jpg" alt="jilbab_benar_03.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.rubitaonline.com/images/tausiyah/BagaimanaMemakaiJilbabDenganBenar/jilbab_benar_02.jpg" alt="jilbab_benar_02.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.rubitaonline.com/images/tausiyah/BagaimanaMemakaiJilbabDenganBenar/jilbab_salah_01.jpg" alt="jilbab_salah_01.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.rubitaonline.com/images/tausiyah/BagaimanaMemakaiJilbabDenganBenar/jilbab_salah_02.jpg" alt="jilbab_salah_02.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.rubitaonline.com/images/tausiyah/BagaimanaMemakaiJilbabDenganBenar/jilbab_salah_03.jpg" alt="jilbab_salah_03.jpg" /&gt;Jdi,inti dari penggambaran di atas adalah,Wanita muslimah wajib hukumnya mengenakan pakaian yg mnutup aurat...sedangkan aurat wanita adalah seluruh tubuhnya,kecuali telapak tangan dan wajah. Mnutup aurat bukan sekedar menutup,karena Rasulullah brsabda,"banyak wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, tutuplah aurat dengan benar,yaitu sperti contoh gambar pertama.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam Bishowab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-5711251436460905200?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/5711251436460905200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/cara-berkerudung-yang-benar.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/5711251436460905200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/5711251436460905200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/cara-berkerudung-yang-benar.html' title='Cara Berkerudung yang benar...'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-695803945993430494</id><published>2009-03-12T09:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T10:03:20.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amal'/><title type='text'>Kemuliaan Fatimah binti Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih awal menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena keperluan di rumah makin besar. Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sesenpun." Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala." "Terima kasih," jawab Ali. Matanya memberat lantaran isterinya begitu tawakkal. Padahal keperluan dapur sudah habis sama sekali. Pun begitu Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih. Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan sholat berjamaah. Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?" Ali menjawab dengan heran. "Ya betul. Ada apa, Tuan?". Orang tua itu mencari kedalam begnya sesuatu seraya berkata: "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar upahnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya." Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ali pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mahu menghutangkan hartanya kerana Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan." Tanpa berfikir panjang, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada waktu ia pulang, Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, "Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta karena Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan yang menutup pintu syurga untuk kita." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-695803945993430494?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/695803945993430494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/kemuliaan-fatimah-binti-rasulullah-saw.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/695803945993430494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/695803945993430494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/kemuliaan-fatimah-binti-rasulullah-saw.html' title='Kemuliaan Fatimah binti Rasulullah SAW'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-838045902160014328.post-5304366144492905674</id><published>2009-03-12T09:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T09:31:32.050-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Cinta yang HAKIKI??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bismillahirrahmannirrahiim...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Assalamu'alaikum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cinta secara umum dibagi menjadi 3 mcam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cinta krena Allah. Ini termasuk kesempurnaan tauhid...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cinta alamiah, yaitu cinta terhadap perkara dunia yang tidak mengalahkan cinta Allah,hal ini tidak merusak tauhid seperti;cinta isteri, cinta anak, cinta harta, dan cinta makanan dan minuman. Sehingga Rasulullah pernah ditanya; "siapakah manusia yang paling engkau cintai??"maka Beliau menjawab: "Aisyah." Lalu Beliau ditanya dari kaum laki-laki??maka Beliau menjawab: "Bapaknya."(Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cinta palsu/cinta musuh Allah yang menjadi lawan tauhid,karena mencintai makhluk seperti mencintai Allah atau lebih berat daripada mencintai Allah. Di mana ketika berbenturan antara cinta Allah dengan cinta makhluk,maka ia lebih mementingkan cinta makhluk-Nya. Sehingga cinta tersebut menjadi tandingan bersama Allah,karena ia mendahulukan selain Allah atau menyamakannya dengan Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ibnu Qayyim berkata: "Setiap perkara berjalan dengan cinta,contoh:kamu tidak tergerak untuk melakukan sesuatu kecuali sesuatu itu kamu cintai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Junaid berkata:"Seorang hamba yang pergi meninggalkan keinginan nafsunya,selalu berusaha mengingat Rabbnya,menunaikan hak-hak Nya, dan selalu memandang kepadaNya dengan mata hatinyasehingga ketika berbicara hanya dengan Allah, berucap dari Allah,bergerak atas dasar perintah Allah,berdiam diri bersama Allah, sehingga dia dengan Allah, demi Allah, dan bersama Allah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ibnu Taimiyah berkata:"Cinta mengharuskan jihad,karena pencinta akan mencintai apa saja yang dicintai kekasihnya,membenci apa saja yang dibenci kekasihnya,berkasih sayang dengan orang yang disayang oleh kekasihnya,memusuhi orang yang menjadi musuh kekasihnya,dan bersuka cita bersama suka cita kekasihnya dan berduka cita bersama duka cita kekasihnya,serta memerintahkan apa saja yang menjadi perintah kekasihnya dan melarang apa yang menjadi larangan kekasihnya. Dia selalu sesuai dengan kekasihnya dalam semua hal."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Coba simak firman Allah dari Hadist Qudsi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Barang siapa mengejek wali-Ku berarti ia telah mengumumkan perang terhadap-Ku. Hamba-Ku akan senantiasa mendekat kepada-Ku dengan berbagai kewajiban yang diwajibkan atasnya dan senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengaran yang dipakainya untuk mendengar, penglihatan yang digunakan untuk melihat, tangan yang digunakan untuk memukul, kaki yang digunakannya untuk melangkah. DenganKu ia mendengar, dengan-Ku ia melihat, dengan-Ku ia memukul dan dengan-Ku pula ia melangkah. Apabila ia meminta niscaya akan Aku beri. Apabila memohon perlindungan niscaya Aku lindungi. Aku sama sekali tidak ragu melakukannya, sebagaimana keraguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang hamba-Ku yang beriman yang tidak suka menyakitinya, sedangkan kematiannya sudah merupakan suatu keharusan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;{Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam shahihnya (6137) dan Abu Nu'Aim dalam Hilyah,(1) 1/34}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dan Nabi besar Muhammad Salallahu'alaihi Wasallam juga pernah berwasiat kepada Ibnu Abbas Radiallahu'anhum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Jagalah Allah,Allah akan menjagamu.Jagalah Allah,kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu.Kenalilah Allah pada waktu senang,maka Dia akan mengenalimu pada waktu susah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;{Shahih diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya, 1/293 dan Imam at-Tirmidzi dalam sunannya (2516)}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Rasulullah SAW bersabda:"tali iman yang paling kuat adalah saling berkasih sayang karena Allah,Mencintai karena Allah,memusuhi karena ALlah dan membenci karena Allah."(Shahih, oleh Imam Thabrani dalam al Mu'jamul Kabiir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saudaraku,bahu membahulah membangun cinta...dengan para pencinta,cinta kebenaran...cinta semata-mata karena Allah SWT...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;wallahua'lam Bishowab...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/838045902160014328-5304366144492905674?l=al-fakhrun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/feeds/5304366144492905674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/cinta-yang-hakiki_12.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/5304366144492905674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/838045902160014328/posts/default/5304366144492905674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-fakhrun.blogspot.com/2009/03/cinta-yang-hakiki_12.html' title='Cinta yang HAKIKI??'/><author><name>Al Fakhrun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09661757790955020761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-KGos4t2fw/Sbk7b24XNMI/AAAAAAAAAAU/iTSQC1WqnVs/S220/1_421384758l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
